Rumah Nelayan Digrebek, 4 Penyabu Tunggang-Langgang Bandarnya Goll

11

TANJUNG BERINGIN-M24 | Rumah milik M (34), seorang nelayan warga Dusun IX, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kec Tanjung Beringin, Serdang Bedaga (Sergai) digrebek Sat Narkoba Polres Sergai, Kamis (20/7) sekira pukul 18:00 WIB.

Penggrebekan dilakukan lantaran di rumah M diduga kerap dijadikan ajang pesta narkoba. Bahkan tak jarang transaksi narkoba juga berlangsung di sana. Dari rumah tersebut, polisi pun meringkus RY (26), bandar sabu-sabu warga Kampung Aman Damai, Desa Aman Damai, Kec Selesai, Langkat.

Penggrebekan tak lepas dari laporan warga yang mengaku resah dengan aktivitas pemilik rumah. Berbekal laporan itu, tim Sat Narkoba Polres Sergai langsung turun ke lokasi dan melakukan pengepungan. Sayangnya, polisi hanya berhasi mengamankan RY, sementara 4 rekannya kabur. Diduga penggrebekan keburu diketahui, sehingga keempatnya berhasil melarikan diri. Selain menangkap Ry, polisi menyita 7 paket sabu.

Penggrebekan ini sempat menghebohkan warga setempat. Pasalnya, saat tim petugas sampai di lokasi, beberapa orang lari tunggang langgang, bahkan seorang terduga pengguna narkoba nekat terjun ke sungai lalu kabur ke perkampungan Kampung Baru, Desa Nagur.
“Ada sekitar 4 orang yang kabur, di antara nekat menceburkan diri ke sungai. Kami tidak tahu berapa orang yang ditangkap memang rumah itu sering dijadikan lapak nyabu,” ucap Yani (45), warga setempat.

Sementara kepada M24, RY mengaku mendapat pasokan sabu dari rekannya yang juga warga Tanjung Beringin. Sabu tersebut dijual seharga Rp100 ribu/paket. RY mengaku selama ini tinggal di Langkat namun ia lahir di Tanjung Beringin. “Tanjung Beringin itu kampungku. Baru satu bulan aku bisnis sabu,” aku RY.
RY juga tak berkilah jika bersama rekan-rekannya baru saja menggunakan sabu. “Memang baru pake tadi sama kawan-kawan, tapi keburu digrebek polisi. Mereka semua lari, cuma aku yang tertangkap,” imbuh RY tertunduk lesu.

Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP P Bangun mengatakan, kasus ini masih dalam pengembangan. “Tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Kasusnya masih diproses dan dalam pengembangan,” tandas Bangun.(darmawan)

Loading...