Sadis ! Dibacoki lalu dikubur

62

RUDI-TANJUNGPURA| Sesosok mayat pria ditemukan, Minggu (16/7/2017) sekira pukul 18.00 WIB. Kondisinya sangat mengenaskan. Selain sudah dalam kondisi membusuk, sekujur tubuh korban penuh luka bacokan benda tajam.

Terutama di bagian kepala. Belakangan terungkap jika korban adalah Ardiansyah alias Dian (19), warga Dusun Mandailing Desa Pantai Cermin, Kec Tanjungpura, Kab Langkat.

Saat ditemukan jasad Ardiansyah dikubur di areal Kebun Andong Norma Dusun Pangkal Pasar, Desa Pantai Cermin, Tanjungpura, tak jauh dari rumahnya. Di bagian kepala Ardiansyah terdapat beberapa luka bacokan. Dari situ, dugaan kuat mencuat jika korban dibunuh. Lantas, kenapa korban dibunuh dan siapa pelakunya?

Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin SIK MH, melalui Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan yang dikonfirmasi M24, Minggu pukul 20.30 WIB, membenarkan penemuan mayat Ardiansyah.

“Ya, benar anggota Reskrim Polsek Tanjungpura mendapat info dari keluarga korban terkait ditemukannya kuburan Iridiansyah yang menghilang beberapa hari sebelumnya. Anggota langsung ke TKP dan membentang ‘police line’ di TKP. Selanjutnya kuburan korban digali. Untuk pemeriksaan dan keperluan otopsi, jasad dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan,” papar Arnold.

Belakangan terungkap Ardiansyah sengaja dibunuh. Motifnya diduga dendam. “Untuk motif awal diduga dendam namun masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Untuk pelaku, identitasnya sudah diketahui kini dalam pengejaran petugas,” terang Arnold.

Informasi dihimpun, pelaku yang menghabisi nyawa Ardiansyah berjumlah dua orang. Yakni Irfan (17) warga Dusun Pangkal Pasar Desa Pantai Cermin, Tanjungpura dan marga Sinaga (teman Irfan asal Aceh.

Disebutkan, pada Kamis (13/7) sekira pukul 19.00 WIB, saksi M Dwi Alfarezi (16), pelajar warga Dusun Teluk Nibung, Tanjungpura, diminta pelaku Irfan untuk membawa tikar ke Kebun Andong Norma. Dwi masih berhubungan keluarga dengan Irfan.

Di kebun itulah Irfan mengajak Dwi untuk menghabisi korban Ardiansyah. Akan tetapi Dwi menolak. Ia bahkan sempat mengira jika Irfan hanya bercanda.

Tak lama, Ardiansyah pun datang ke TKP. Begitu melihat kehadiran Ardiansyah, Dwi seketika meninggalkan lokasi. Di sana, tinggal lah korban bersama pelaku Irfan dan Sinaga.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian, persisnya Minggu sekira pukul 15.00, Dwi ditelpon Irfan sembari menanyakan situasi di kampung mereka. “Gimana situasi di sana, apakah aman-aman saja di kampung kita (Desa Pantai Cermin, red),” begitu tanya Irfan kepada Dwi.

Tak cuma itu, Irfan juga mengaku sudah menghabisi Ardiansyah dan menguburnya di Kebun Andong Norma. Pengakuan Irfan itu sontak mengejutkan Dwi. Saat itu juga, Dwi pun menyampaikanya kepada ayah korban, H Basran yang langsung menuju lokasi. Kebetulan lokasi berada di belakang rumah korban.

Alangkah kagetnya ayah korban begitu menemukan mayat anaknya yang sudah dikubur begitu saja. “Aku betul-betul gak tahu dan tak menyangka. Kami memang berteman dan si Irfan memang sempat mengajakku untuk membunuh korban. Aku kira hanya main-main aja. Eh dia telpon aku katannya udah membunuh si Ardiansyah bersama temannya yang marga sinaga, warga Aceh,” beber Dwi saat ditanyai M24.

Begitu mendengar pengakuan Irfan melelui telpom, lanjut Dwi, ia langsung mengabari orangtua korban. Ternyata kawanku itu sudah jadi mayat,” imbuh Dwi Alfarezi, menjelaskan kejadian saat diinterogasi di Mapolsek Tanjungpura.

Loading...