Sadis ! Leher korban mutilasi nyaris putus dan tubuhnya dipotong-potong

114

TAPANULI SELATAN|Hingga kini identitas mayat dalam karung goni yang ditemukan di Jalinsum Angkola Sangkunur-Danau Siais, Tapsel pada pertengahan Maret 2017 lalu yang diduga korban mutilasi belum juga diketahui.

Untuk mengungkapnya, Polres Tapsel kembali menyebar ciri-ciri korban sesuai saat ditemukan.

Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap memaparkan, terkait perkembangan kasus tersebut pihaknya belum dapat mengungkap identitas korban. Jika identitas terungkap, katanya, maka langkah penyelidikan untuk mengetahui dugaan motif dan pelaku bisa lebih mudah.

“Kita masih menunggu hasil Labfor, sebab semua berkas barang bukti dan sidik jari korban sudah kita kirimkan guna mendapat petunjuk untuk penyelidikan,” terangnya.

Ia juga sudah menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja keras dan membantu agar kasus ini dapat terungkap. Hal itu ditunjukkannya, dengan melakukan kembali penyebaran informasi tentang ciri-ciri dan foto korban ke seluruh jajaran hingga pelosok desa.

“Ciri-ciri disertai foto korban kembali kita sebar, dan kali ini harus sampai ke pelosok desa. Karena bisa saja, warga yang tinggal di pelosok tahu tapi tidak mendapat informasi,” tukas pria supel ini.

Sesuai dengan data dan berdasarkan foto korban yang ada, korban diketahui berjenis kelamin pria, tinggi sekitar 168 hingga 171 centimeter, berat badan sekitar 70 kilogram, rambut hitam lurus, kulit sawo matang, bentuk muka lonjong dan usian ditaksir berkisar 30-an Tahun.

“Ciri-ciri yang menonjol dua gigi depan bagian atas berlapis tidak rata dan tidak ada ditemukan tanda lahir atau tato sama sekali,” urainya.

Iqbal berharap, kepada masyarakat yang mengetahui atau mengenal identitas korban sesuai dengan ciri-ciri tersebut, bisa melaporkan ke Polres Tapsel di Padangsidimpuan atau Polsek Batang Toru, di Batang Toru Tapanuli Selatan.

“Selebaran berisi gambar wajah dan ciri-ciri korban sudah kembali kita sebar ke masyarakat, Polsek jajaran dan Polres jajaran serta lewat media cetak dan elektronik,” pungkasnya dan berharap kasus tersebut dapat segera terungkap.

Diketahui, pada 15 Maret 2017 lalu masyarakat digegerkan dengan penemuan dua karung goni berisikan potongan tubuh manusia di jalan lintas Angkola Sangkunur-Danau Siais, Tapsel. Satu goni berisi dua potongan kaki, dan satu lagi berisi potongan badan dilengkapi dua tangan dan bagian kepala yang nyaris putus.

Saat dibuka, goni berisi potongan badan tampak terlihat dengan kondisi tangan terikat tali. Selain itu, di lokasi juga ditemukan potongan papan yang digunakan untuk menutupi goni dan disengaja dibuang dipinggir jalan.

Loading...