Sadis…! Pria Binjai dibantai selingkuhan istri

Sopian-Binjai | Perselingkuhan berujung aksi sadis. Begitulah yang dialami Jasiaman Purba. Pria 53 tahun ini tewas dibantai pria diduga selingkuhan istrinya. Usai dibunuh, mayat Jasiaman dibuang ke dalam parit di belakang rumahnya.

Misteri penemuan sesosok mayat Jasiaman Purba akhirnya terungkap. Pria yang akrab disapa Opung, warga Jln Teratai, Kel Pahlawan, Kec Binjai Utara, Kota Binjai, dipastikan korban pembunuhan. Itu setelah Sat Reskrim Polres Binjai menyelidiki sekaligus berhasil mengendus jejak pelaku, Sabtu (14/4).

Sebelumnya Jasiaman ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tikam di sekijur tubuh. Tragisnya, jasad Jasiaman diduga sengaja dibuang pelaku ke dalam parit di depan rumah korban. Tewasnya Jasiaman pun sontak menjadi perbincangan hangat warga Kota Rambutan.

Loading...

Sekita tiga pekan lamanya, tewasnya Jasiaman menjadi misteri. Hingga akhirnya kasus pembunuhan terungkap menyusul pemeriksaan terhadap istri korban, Rosmalinda Br Saragih (51) oleh petugas Sat Reskrim Polres Binjai. Diketahui jika, polisi berupaya keras menyelidiki kasus ini sejak sekitar tiga pekan lalu. Jasad Jasiaman Purba ditemukan pada Sabtu (24/3) sekitar pukul 09:30 WIB. Usai keluar hasil visum, polisi pun mengumpulkan keterangan para saksi hingga berhasil mengendus pelaku pembunuhan sadis.

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan, didapat informasi nomor telepon selular yang tidak dikenal dari handphone (HP) milik istri korban. Si pemilik nomor tersebut beberapa kali melakukan komunikasi dengan istri korban sebelum dan sesudah pembunuhan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno, saat dikonfirmasi M24, Sabtu siang.

Belakangan diketahui pemilik nomor selular tersebut adalah pria bernama Hardi Sihaloho (42) warga Jln Suka Damai Lingk IV, Kel Suka Ramai, Kec Binjai Barat. Dari situ, Tim Opsnal Polres Binjai dipimpin Kanit I Pidum Ipda Hotdiatur Purba SIK, bergegas melacak keberadaan pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat jika si Hardi Sihaloho ini sedang berada di sebuah lapo tuak di daerah Kec Binjai Barat. Dan tim berhasil mengamankannya,” terang AKP Hendro Sutarno.

Hardi Sialoho pun diinterogasi petugas. “Dia (Hardi Sihaloho, red) mengakui telah menghabisi nyawa Jasiaman bekerjasama dengan istri korban,” imbuh Hendro.

Berdasar pengakuan Hardi, petugas langsung melakukan pengembangan untuk menangkap Rosmalinda boru Saragih, istri korban. “Saat diamankan, Rosmalinda sedang berada di rumah anaknya di Jln Masjid Dusun II No 06, Desa Helvetia, Kec Sunggal, Deliserdang.

Seperti halnya Hardi, istri korban pun menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah menghabisi nyawa Jasiaman. “Korban dihabisi di dalam kamar pada malam hari. Lalu mayatnya sengaja dibuang ke selokan tak jauh dari rumah, untuk menghilangkan jejak,” ungkap.

Hendro lagi seraya menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua pelaku.
Disinggung motif kedua pelaku membunuh pengusaha grosir barang pecah belah itu, Hendro menduga adanya hubungan perselingkuhan dibalut dendam.

“Untuk motifnya, kita menduga ada motif dendam dan perselingkuhan, namun untuk lebih pastinya kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan,” tukas Hendro.

Sekadar mengingatkan, pascaditemukan jasad Opung yang dikenal sebagai pengusaha grosir barang pecah belah itu, polisi melakukan visum di RSUD Djoelham Binjai. Sementara pemeriksaan awal di TKP beberapa waktu lalu, polisi menemukan adanya luka di sejumlah tubuh korban, yakni di bagian dada kiri, perut sebelah kanan dan luka menganga di bagian leher korban,” pungkas Hendro.

Sebelumnya diberitakan, jasad Jasiaman Purba ditemukan mengenaskan di dalam parit setelah dilaporkan hilang selama tiga hari oleh pihak keluarga. Adalah tetangga korban yang pertama kali mencium bau menyengat dari dalam selokan. Selanjutnya tetangga tadi melaporkannya kepada menantu korban, Bilmar Saragih (27) warga Jln Budi Keadilan, Pulobrayan Medan.

Saat itu juga, Bilmar Saragih datang untuk mengecek langsung ke dalam selokan yang dimaksud, dengan sebuah senter. Alangkah kagetnya Bismar saat memastikan jika bau menyengat itu tak lain dari sesosok mayat pria yang mengambang di dalam parit.

“Saya memang sempat didatangi tetangga mertua saya. Katanya di selokan depan rumah ada sesuatu yang sangat bau. Langsung saya cek dengan senter, rupanya ada sesosok mayat pria. Saya amati lagi, ternyata mayat mertua saya,” cetus Bilmar.

Dalam hitungan menit, para tetangga korban dan warga sekitar memadati lokasi. Temuan mayat itu sampai ke telinga Aiptu Ripin, seorang personel Polres Binjai, yang kebetulan tinggal di kampung tersebut. Aiptu Rapin langsung menguhubungi petugas piket Polsek Binjai Utara.

Kapolsek Binjai Utara Kompol Saiful Bahri bersama Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hendro Sutarno didampingi Kanit Reskrim Polsek Binjai Utara Iptu Rubenta segera meluncur ke lokasi temuan mayat, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari keterangan saksi Bilmar Saragih (menantu korban, red) dipastikan mayat tersebut adalah Jasiaman Purba. Saksi mengenali tato bergambar buaya di lengan kiri korban,” kata AKP Hendro Sutarno saat dikonfirmasi langsung di lokasi kala itu. (sopian)

Loading...