Sakit hati diputuskan, mantan pacar otaki pemerkosaan Siswi SMA

22

SIMALUNGUN-M24 |JD (18) merupakan aktor di balik pemerkosaan yang dilakukan tiga pria terhadap YG (17). JD sakit hati mengetahui YG telah memiliki pacar.

“Dari pengakuan ketiga tersangka yang diamankan, JD yang masih buron merupakan aktor dari peristiwa terjadinya pemerkosaan. Karena JD yang menjemput korban dari rumahnya,” beber Wakapolres Simalungun, Kompol Zulkarnaen Pane didampingi Kasat Reskrim, AKP Poltak YP Simbolon, Kaurbin Ops Reskrim, Iptu Masrianto, Kanit PPA, Ipda B Lumbantobing dan Kasubbag Humas, AKP M Siburian kepada awak media, Senin (9/7).

Jadi pada saat itu, lanjut Zulkarnaen Pane, JD yang pernah pacaran dengan korban YG, meminjam HP milik Albert Karokaro untuk meng-SMS korban. JD mengancam jika korban tidak datang menemuinya, maka pacarnya korban akan ditusuk (dibunuh). Korban yang was-was pun menemui JD.

JD lalu menjemput korban dari kediamannya di Nagori Tiga Raja, Kec Silimakuta dengan menaiki kreta RX King yang sudah dimodif BK 4497 VT milik tersangka Albert Karokaro. Tiba di lokasi kejadian, perladangan Cabe, Kel Saribu Dolok, Kec Silimakuta, Kab Simalungun, para pelaku lainnya datang dengan alasan untuk bakar-bakar ikan di gubuk milik JD. Saat di gubuk terjadi pertengkaran antara korban dengan JD. Korban dituduh selingkuh.

Korban sempat dipukul dan ditendang oleh JD. Tak hanya itu, JD membuka paksa celana tranning serta celana dalam korban. Tanpa belas kasihan, JD disetubuhi dengan paksa oleh JD. Setelah puas, JD keluar dan digantikan Albert Karokaro dilanjutkan lagi oleh Zeki Purba. Dan setelah selesai, Sabtu (30/6) sekitar pukul 01:00 WIB, JD dan Albert Karokaro mengantarkan korban ke rumahnya. Sesampainya di rumah, korban pun bercerita kepada orangtuanya.

Ditambahkan Zulkarnaen, hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka bahwa proses pegabadian foto saat korban diperkosa tidak benar. “Para pelaku dijerat Pasal 81 atau 82 UU No.23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No.35 Tahun 2014 diubah dengan UU No.17 Tahun 2016 dengan ancaman 15 Tahun penjara,” tegasnya. (adi)

Loading...