Sekeluarga lakoni bisnis narkoba ! Anak ‘berbakti’ jadi kurir sabu

26

SIDIMPUAN-M24 |MFR, membuktikan diri sebagai anak yang berbakti kepada orangtua. Remaja berusia 15 tahun itu bahkan rela disuruh menjual sabu-sabu tanpa diupah. Bisnis haram itu sudah dilakoni MFR sejak tinggal bersama RR (40), ibu tirinya di Jln Albiol Hutabarat, Kel WEK IV, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Siapa sangka remaja seperti MFR nekat melibatkan diri dalam bagian jaringan pengedar sabu-sabu. Sejak tahun 2017, dia rela menjadi ekspedisi (tukang antar) sabu, meskipun tanpa diberi upah.

Bisnis haram itu bermula ketika RR, mendapat pesanan narkoba dari DB yang merupakan ayah kandung MFR. Selanjutnya, RR memberitau kepada MFR agar mengantar sabu pesanan tersebut ke tempat yang sudah ditentukan.

Tanpa banyak tanya, MFR langsung membawa paket yang sudah dibungkus rapi oleh ibu tirinya.”Saya takut kepada bapak (DB), makanya barang itu selalu saya antar kepadanya setiap kali ada pesanan,” ungkap MFR saat ditanyai wartawan di Mapolres Kota Padangsidimpuan, Senin (4/6/2018).

Ironisnya, MFR justru tidak memikirkan risiko dari perbuatannya itu. Demi patuh terhadap orangtua, MFR bahkan tak peduli bagaimana masa depannya kelak bila ia tertangkap polisi.

Ketika ditanya siapa saja yang pernah memesan sabu itu, MFR menjawab dirinya hanya bertugas mengantar barang kepada ayah kandungnya. “Kalo soal siapa saja yang pesan, saya tidak tau. Itu semua bapak yang tahu,” ucapnya.

Sebelum ditangkap polisi, sebenarnya MFR mengaku sudah memiliki firasat yang tidak enak. Namun, karena pesanan tersebut sudah ditunggu, dia terpaksa mengantarnya.
“Kalau firasat buruk pasti ada, tapi pesanan sudah ditunggu, makanya saya antar,” akunya.

Walaupun berperan sebagai kurir, namun MFR mengaku tidak pernah memakai sabu. Dia bahkan tidak pernah mengetahaui cara menggunakan bubuk kristal yang kerap diantarnya.
MFR pun mengaku ikhlas menjalani profesi tersebut demi membantu perekonomian orangtuanya. Bagaimana tidak, saat ini ada beberapa orang saudaranya yang masih ditanggung biaya.

Sebelumnya, terkait penangkapan MFR dan RR yang terlibat dalam jaringan pengedar sabu-sabu ini, Polres Padangsidimpuan menggelar press release di ruang kerja Kapolres, AKBP Hilman Wijaya SIK.

Disebutkan, kedua tersangka ditangkap di Jln Sutan Maujalo, Kel Sidangkal, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. MFR berperan sebagai kurir sabu, sedangkan ibunya, RR sebagai penjual.

“Penangkapan kedua tersangka berkat informasi masyarakat yang langsung ditindaklanjuti polisi,” kata Hilman didampingi Wakapolres Kompol JW Sijabat dan Kasat Narkoba AKP Charles Jhonson Panjaitan.

Berbekal informasi itu, lanjut Hilman, petugas Sat Narkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan MFR, warga Jalan Alboin Hutabarat, Kel Wek VI, Kec Padangsidimpuan Selatan. DAri MFR disita barang bukti 1 bungkus plastik transparan berisi sabu-sabu seberat 0,48 gram, 1 lembar sobekan plastik hitam, 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna merah tanpa plat nopol.

Saat diinterogasi, MFR mengakui barang tersebut berasal dari RR yang tak lain ibunya sendiri. “Dari pengembangan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan RR berikut barang bukti 1 paket sabu seberat 4,0 gram, 1 lembar plastik klip kosong dan 1 buah tas kecil warna coklat,” papar Kapolres.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 111 dan 114 UU Narkotika tahun 2009 dengan acaman hukuman pidana minimal 8 tahun dan maksimal 10 tahun penjara. “Dan untuk tersangka MFR, karena tersangka masih berusia 15 tahun, akan di terapkan juga UU Perlindungan Anak. Saat ini tersangka didampingi oleh kuasa hukumnya,” jelas Hilman.

Kemudian, sambung Hilman, berdasar pengakuan kedua tersangka, sabu-sabu tersebut adalah milik suami RR berinisial DIB alias DKDI. “Pemilik barang haram tersebut adalah DIB alias DKDI yang tak lain adalah ayah kandung MFR. Kini tersangka DIB masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Diharapkan kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan DIB agar segera menginformasikannya kepada Polres Padangsidimpuan,” imbau Hilman. (zia)

Loading...