Selain Narkoba,  Lapas Sibolga Juga Diduga Jadi Sarang Judi

50

ROMMY-TAPTENGl Bukan hanya sebagai sarang Narkoba,  Lapas kelas II A Sibolga,  juga diduga sebagai sarang judi,  termasuk judi jenis dadu dan togel.

Terkuaknya masalah Narkoba dan Judi di Lapas Kelas II A sibolga ini,  atas pengakuan salah seorang mantan Narapidana,  yang mengaku merasa heran melihat kondisi lapas Sibolga.

“Pertama masuk,  saya memang tidak tahu ada penjual Narkoba dan bandar judi di Lapas ini.  Tapi setelah beberapa bulan didalam Lapas Sibolga,  saya heran melihat maraknya Narkoba dan judi.  Selama saya berada di Lapas,  setiap hari judi dadu beraktivitas, tempatnya di Aula blok A Lapas Sibolga,” kata Narasumber yang bercerita dengan wartawan,  Sabtu (22/4).

Katanya,  disetiap blok tentunya dilengkapi dengan bandar,  tapi yang memberikan setoran adalah Bikbos Narkoba di Lapas,  Kalapas juga tau itu, makanya semua dapat setoran. Setoran dari bikbos untuk Kplp senilai Rp40 juta.

“Tentunya,  bandar ini ngasih setoran senilai 40 juta.  Tapi untuk detailnya saya tidak punya bukti kuat. Saya yakin,  kalau dilakukan tes urin di Lapas kelas II 2A Sibolga.  Maka jelas lebih banyak pegawai blok akan terjaring.  Kalau bandar judi jenis dadu mungkin bisa saja tidak terjaring.  Tapi kalau tes urin,  tidak ada yang bisa menghindar.  Para napi tentunya juga ikut terjaring, ” cetusnya.

Narasumber mengaku,  kalau bandar judi dadu di Lapas Kelas II A Sibolga,  adalah orang nias. ” Memang semua punya peranan.  Setelah masuk kedalam sel,  saya baru percaya, kalau yang dialami Freddi Budiman itu memang benar,  meskipun mereka berada didalam, tapi peredaran Narkoba dan Judi,  bisa mereka atur dari dalam tahanan,” tegasnya.

Ketika wartawan menjelaskan bantahan pihak KPLP atas tuduhan itu,  sumber langsung menjawab,  kalau pencuri mana mungkin mengaku,  apalagi masalah Narkoba yang sangat beresiko dengan pekerjaannya.

“Mana mungkin mereka mau ngaku,  jelaslah mereka ngelak. Tapi saya yakin,  dengan berita yang sudah muncul sebelumnya,  tentunya bandar Narkoba itu sudah mereka marahi. Namun itu semua tidak berguna,  saya kasihan melihat Negara kita ini.  Lapas adalah tempat orang untuk bertobat dan merenungkan segala kesalahannya,  ternyata menjadi sarang Narkoba dan Judi,”katanya.

Dihardik, pantaslah nggak ada tahanan yang jera mengkonsumsi Narkoba. “Karena mereka mengkonsumsi Narkoba lebih besar didalam tahanan. Jadi tolong pak Menkumham,  para intel polisi untuk mengusut ini, Bnn harus turun dan jika ada yang terbukti pengguna maunya dipecatlah pak, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Sibolga I Gusti Lanang, Amd. IP, SH membatah menerima setoran dari yang diduga bandar Narkoba di lapas Sibolga.

“Kami tidak ada menerima uang dari bandar Narkoba,” kata Gusti di ruang kerjanya, kamis (20/4). Menurut Gusti, kabar itu tidak benar adanya, dan menurut Gusti tuduhan itu sangat menyakitkan perasaan, karena saat ini, Lapas Sibolga sedang giat-giatnya membrantas Narkoba.

“Lapas Sibolga lagi giat-giatnya memberantas Narkoba, kalau itu memang benarnya kami siap di proses dan tolong jumpa sama kami narasumber yang disebutkan dalam berita itu. Kami tidak bisa keras sama mereka dan bukan ngak tegas, kita selalu mendekati mereka dengan rasa kekeluargaan. jadi tolong bawa dia kesini kita sama-sama tindak,” pungkasnya.

Loading...