Selaput Dara Robek, Bocah 3 Tahun Dimangsa Suami Babysitter

Di bawah rintik hujan, Dedi ‘memangsa’ bocah yang dijaga istrinya. Pria 40 tahun ini mengaku terangsang melihat bodi korban. Padahal, korban baru berumur tiga tahun. Biadab!

SERGAI-M24 | Dedi, warga Dunus VII, Desa Kota Tengah, Kec Dolok Masihul, Serdang Bedagai (Sergai) nekat berbuat tidak senonoh terhadap LCS, bocah yang dititipkan pada istrinya. Akibat ulahnya itu, selaput dara sang bocah sampai robek.
Kini, Dedi harus berhadapan dengan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sergai. Dia ditangkap dari kediamannya dan dijebloskan ke dalam sel, Selasa (24/7). Kepada polisi, pria yang bekerja serabutan alias mocok-mocok ini mengaku tak tahan melihat bodi montok LCS.

Berdasarkan pengakuannya juga, perbuatan tak senonoh dilakukannya Sabtu, 26 Mei 2018 lalu. Ketika itu, korban tengah bermain di belakang rumah pelaku. Dan, untuk melampiaskan birahi, pelaku memasukkan jari-jemarinya ke kemaluan korban. Sampai-sampai, selaput dara korban mengalami kerusakan.
“Korban ini setiap harinya memang dijagakan orangtuanya kepada istri tersangka. Karena, kedua orangtua korban ini bekerja sebagai guru,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Alexander Piliang, S.H., M.H., Rabu (25/7).

Loading...

Perbuatan pidana itu, lanjut Alex, dilakukan Dedi saat cuaca sedang hujan. Tersangka, yang entah dari mana datang langsung menuju dapur rumahnya. Sementara, korban terlihat sedang bermain di dapur.

Melihat korban sedang bermain sendirian, pelaku pun memanggilnya.
Terbiasa melihat sosok pelaku, korban pun datang mendekat. Nah, saat itulah pelaku merogoh kemaluan korban dengan jarinya. Korban meringis kesakitan. Namun, ringisan korban justru membuat pelaku semakin ganas hingga mencapai orgasme.
“Saat hujan-hujan itu dia datang dan melakukan aksi cabul terhadap korban di belakang rumahnya,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat ini.

Seperti biasanya, setelah kedua orangtuanya pulang bekerja, korban pun dijemput dari kediaman tersangka. Setelah tiba di rumahnya yang juga berada di Dusun VII, Desa Kota Tengah, korban mengatakan kepada ibunya kalau kemaluannya terasa perih dan sakit. Setelah ditanya, korban menceritakan perbuatan suami dari babysitternya itu.
Tidak senang dengan prilaku Dedi, ibu korban pun langsung membuat pengaduan ke Polres Sergai. Pengaduan itu diterima dan diregistrasi dengan No. LP/137/V/2018/SU/RES SERGAI. tanggal 30 Mei 2018.
“Dari laporan ibu korban, kita langsung melakukan penyelidikan dan melengkapi berkasnya. Pada 24 Juli 2018 dengan, berdasarkan Sp.Kap/98/VII/2018/RESKRIM, kita meringkus tersangka,” tambah Alex.

Saat diintrogasi polisi, Dedi mengakui perbuatanya. Katanya, dia tidak tahan melihat bodi montok korban yang sudah dijaga istrinya selama 4 bulan. “Saat kita introgasi, tersangka ini mengaku dirinya nafsu setelah melihat bodi si anak. Soal motif lain, tersangka mengaku tidak ada. Jadi, dia mengaku hanya tidak tahan melihat bodi korban. Saat ini tersangka sudah diamankan dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Alex.

KELAINAN PSIKOSEKSUAL
Dari tinjauan psikologis, apa yang dilakukan Dedi terhadap LCS disebut pedofilia, yakni kelainan psikoseksual, di mana orang dewasa atau remaja memiliki preferensi seksual terhadap anak-anak.

Ketika fantasi atau tindakan seksual melibatkan seorang anak atau lebih, sebagai cara yang lebih disukai untuk mencapai gairah dan kepuasan seksual bagi seseorang, maka orang itu dianggap sebagai pedofil. Para psikolog dan psikiater menganggap pedofilia sebagai gangguan mental, bukan preferensi seksual. Di banyak negara, pedofilia dikategorikan sebagai kasus pidana.

Preferensi pedofil dapat bervariasi dari orang ke orang. Beberapa individu tertarik terhadap anak laki-laki dan perempuan, beberapa tertarik hanya terhadap satu jenis kelamin, ada juga yang tertarik pada anak dan orang dewasa sekaligus.

Perilaku seksual yang terkait pedofilia juga bervariasi, ada yang melakukan kejahatan dan ada juga pedofil yang menahan diri dan menghindari kejahatan, terlepas dari gangguan mental yang dimilikinya. Beberapa paedofil membatasi perilaku mereka hanya dengan cara mengekspos diri di depan anak-anak. Tapi, ada juga yang melakukan sesuatu yang lebih jauh, misalnya seks oral atau seks genital penuh.

Tidak ada pedofil yang khas. Pedofil bisa muda, tua, pria atau wanita. Biasanya, pedofil tidak memilih anak-anak yang asing sebagai sebagai korbannya. Mereka cenderung memilih anak yang sudah mereka kenal, baik itu keluarga, tetangga, anggota tim atau komunitas yang diikuti juga oleh si pedofil dan lain sebagainya.

Meski tidak ada stereotip khas, para pedofil memiliki beberapa karakteristik umum. Salah satunya memiliki fantasi keinginan atau perilaku seksual terhadap anak-anak. Kemudian, merasa lebih nyaman berada di sekitar anak-anak.

Biasanya, pedofil adalah orang yang populer dan sangat disukai di kalangan anak-anak dan orang dewasa di lingkungannya. Biasanya pula, meski tidak selalu, pedofil adalah pria, maskulin dan berusia 30-an.

PENYEBAB PEDOFIL
Ada teori yang berbeda-beda mengenai mengapa seseorang bisa menjadi pedofil. Beberapa ahli mengatakan, salah satu kemungkinan penyebab pedofilia adalah kelainan perkembangan saraf. Tercatat, ada perbedaan dalam struktur otak di diri pedofil, tepatnya di bagian frontocortical, jumlah materi abu-abu, unilateral, bilateral lobus frontal dan lobus temporal dan cerebellar.

Menurut penelitian, perbedaan ini mirip dengan orang-orang dengan gangguan kontrol impuls, seperti OCD, kecanduan dan gangguan kepribadian antisosial. Kelainan otak itu mungkin terjadi saat bayi atau dalam kandungan ketika otak sedang terbentuk. Namun, gangguan stres pasca-trauma juga bisa menyebabkan kelainan otak.

Penyebab lainnya adalah perbedaan neurologis. Ini ditemukan pada para pedofil yang cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah dibanding kebanyakan orang lain. Semakin rendah tingkat kecerdasan seorang pedofil, maka semakin muda pula usia korban yang disukainya.

Sejumlah besar penelitian, salah satunya studi oleh Hucker et al., tahun 1986, menunjukkan bahwa pedofil memiliki kelainan otak yang ditemukan di lobus temporal. Peneliti juga menemukan adanya perbedaan serotonin agonis (senyawa yang mengaktifkan reseptor serotonin) pada pedofil yang diuji dalam studi. Selain itu, peneliti melihat adanya peningkatan level pedofilia pada orang-orang yang pernah menderita luka kepala serius ketika kecil, terutama sebelum usia enam tahun.

Studi Hall & Hall juga menyatakan, lebih banyak pedofil yang memiliki ibu dengan penyakit kejiwaan dibanding pedofil yang memiliki ibu dengan kondisi kejiwaan normal.
Penelitian Berlin & Krout tahun 1994 mengungkapkan, ada beberapa pedofil yang memiliki kelainan kromosom. Dari 41 orang yang diteliti, tujuh dari mereka memiliki kelainan kromosom, termasuk sindrom Klinefelter. Sindrom Klinefelter adalah kondisi di mana pria memiliki kromosom X tambahan dalam kode genetik mereka.

Selain faktor fisiologis, faktor lingkungan juga turut berperan dalam terbentuknya pedofilia. Ada banyak kontroversi mengenai apakah seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya, akan tumbuh dengan perilaku seksual menyimpang. Statistik menunjukkan, secara umum orang dewasa dengan perilaku seksual menyimpang pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu masih anak-anak. Ini yang dikatakan oleh studi Hall & Hall sebagai kejadian traumatis di awal kehidupan dapat menyebabkan kelainan perkembangan otak.

Ada juga teori yang mengatakan, mungkin para pedofil yang pernah mengalami pelecehan, ingin mengidentifikasi dirinya dengan pelaku atau menaklukkan perasaan tidak berdayanya dengan menjadi pelaku.
Sebanyak 61 persen pedofil pernah tidak naik kelas saat mereka masih bersekolah, atau mengeyam pendidikan di sekolah untuk anak berkebutuhan khsusus (Hall & Hall, 2007). Seperti disebutkan sebelumnya, peneliti menemukan bahwa pedofil cenderung ber-IQ lebih rendah daripada orang lain.

Pengobatan terhadap gangguan ini sangat penting, meskipun jarang ada pedofil yang mencari pengobatan sendiri. Kebanyakan mereka berobat karena perintah pengadilan. Bentuk paling umum pengobatan pedofilia adalah psikoterapi dan/atau obat. Pengobatan ini cenderung efektif. Tapi, banyak pedofil yang kemudian kambuh lagi. (chan/gunawan)

Loading...