Seminggu cewek 16 tahun dipaksa ‘main’ berbagai gaya

Irwan-Medan | Peristiwa miris itu terungkap saat M24 menyambangi kediaman kakek dari Melati di Dusun 18, Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan, Rabu (4/4) petang. Untuk tiba di lokasi, wartawan anda ini harus menyeberangi Sungai menggunakan rakit.

Selanjutnya penulis didampingi Riswan (37), orangtua Melati tiba di rumah yang sangat sederhana. Berdinding papan dan tepas serta beratap rumbia. Di rumah itulah Hermansyah (75) dan Saharani (64), kedua orangtua Riswan tinggal.

Tak lama, Melati datang dari belakang rumah. Cewek 16 tahun ini pun membeberkan perbuatan bejat Taufik (37) yang dikenal sebagai bandar sabu di Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan itu. Menurut Melati, Taufik pernah menahannya selama satu minggu di rumah kosong yang terletak di belakang rumah orangtuanya di Dusun 6 Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan.

Loading...

Di situ, setiap malam ia diajak mengonsumsi narkotika jenis sabu sembari menyaksikan film porno dari handphone (HP) milik pelaku. Setelah terangsang, pelaku yang memiliki tiga anak itu meminta korban berhubungan intim. Korban diminta melakoni setiap gaya yang terdapat di dalam film porno tersebut. “Kalau dari belakang (anal) gak pernah, Om,” ucap korban sembari tertunduk.

Tak sampai di situ, pelaku yang dikenal sebagai bandar sabu di Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan itu juga menyerahkan korban kepada teman-temannya untuk disetubuhi. Selain kepada Ali Imron Harahap (28), warga Dusun 2 Desa Cinta Damai, Kec Percut Sei Tuan, korban juga dititipkan ke Idris, warga simpang Lambok, Desa Percut, tak jauh dari tempat ia disekap. Tepatnya Januari 2018.

Modusnya, pelaku pamit hendak membeli rokok dan meninggalkan korban kepada Idris. “Sebelumnya mereka berbincang di depan rumah itu. Terus pelaku permisi beli rokok selama dua jam. Si Idris ngajak saya nyabu terus disetubuhinya. Sejam lebih, Taufik pulang dan saya baru sadar kalo Idris disuruhnya meniduri saya,” beber Melati.

Anak keempat dari delapan bersaudara ini memastikan, penyakit menular seksual (PSM) yang dideritanya didapat dari Taufik. “Karena pernah si Taufik kesakitan saat mau nembak (orgasme). Waktu ngawani berobat, dia ngaku kena sipilis,” kenangnya.

Kepada korban, pelaku juga membuka statusnya sebagai buronan pihak kepolisian. Dimana dulu pelaku mendapat uang dari hasil begal dan membongkar rumah orang. Mendengar temannya tertangkap dan ditembak, pelaku pun bersembunyi. “Kemudian dia beralih menjadi pengedar sabu di daerah sini,” pungkasnya.

Hermansyah (75) berharap pelaku yang telah menjerumuskan cucunya agar segera ditangkap dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya.

“Dalam waktu dekat ini saya akan bawa Ela berobat. Saya juga mau bawa ke orang pintar, agar bisa melupakan si Taufik yang telah mengguna-guna cucuku,” harapnya.

Loading...