Sering Nonton Bokep, Pengusaha Warnet Mangsa Anak Tiri

Ramli diinterogasi Kapolres Belawan AKBP Ikwan Lubis SH MH

BELAWAN-M24 | Tulang leher Ramli seolah patah. Dia terus menunduk tak berdaya saat digelandang petugas Polres Pelabuhan Belawan. Sementara, jiran tetangga berbondong menonton proses penangkapan ayah ‘pemangsa’ anak tiri ini.

Jumat (12/10) petang, sekira pukul 17.00 WIB, Ramli diciduk petugas langsung dari kediamannya di Jalan Marelan Raya, Kel Paya Pasir, Kec Medan Marelan. Ulah cabul lelaki 45 tahun ini dibongkar oleh istrinya.

Informasi dihimpun metro24, lelaki bertubuh gemuk pendek alias buntal ini menjadikan anak tirinya pelampiasan birahi. Sang anak, sebut saja Bunga, dicabulinya sejak berumur 12 tahun, hingga kini menginjak usia 16 tahun.

Loading...

Ditemui di Markas Polres Pelabuhan Belawan, lelaki yang berprofesi sebagai nelayan, penjaring kepiting dan juga pengusaha warnet ini mengakui perbuatannya. Kali pertama, perbuatan cabul dilakukannya pada suatu sore di tahun 2014.

Sore itu Ramli baru selesai mandi. Ketika ingin masuk ke kamar, dia melihat Bunga tertidur. Imajinasinya mendadak sontak membangkitkan birahi. Kemaluan Bunga dia raba-raba.

Bunga yang sedang pulas tak merasakan apa-apa. Melihat peluang terbuka lebar, Ramli meningkatkan kelakuan dengan menggesek kemaluannya ke kemaluan putri dari istri keduanya itu.

“Awalnya saya cuma pegang-pegang, lalu saya menggesekkan kemaluan saya. Setelah itu saya masuk kamar mandi lagi dan onani,” ungkap Ramli.

Sepanjang empat tahun terakhir, Ramli mengaku sudah tujuh kali berbuat cabul terhadap Bunga. Semuanya dia lakukan saat istrinya berjualan di warung yang berada di sebelah rumah mereka.

“Saya terpengaruh film porno, yang saya tonton saat menjaga warnet setiap malam,” ujar lelaki yang istri pertamanya meninggal dunia tanpa memberi keturunan.

Terpisah, istri kedua Ramli mengungkapkan kekecewaan mendalam. Dia tak menyangka lelaki yang telah memberinya seorang anak tega berbuat cabul terhadap Bunga.

“Saya sungguh kecewa. Saya pikir dia pria baik. Ketika mendengar anak saya mengaku sudah menjadi budak nafsu ayah tirinya selama 4 tahun, rasanya langit mau runtuh. Langsung saja saya melapor kepada petugas kepolisian,” ujarnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, melaui Kasat Reskrim AKP Jeriko Lavian, SIK., menyebut pihaknya langsung bertindak begitu mendapat informasi dari ibu korban. “Pelaku kita kenakan Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Karena dalam kasus ini korban adalah anak tirinya, maka hukuman akan ditambah sepertiga dari vonis hakim,” pungkas Jeriko.

Praktisi hukum Kota Medan, Muhammad Erwin, SH., MH. mengurai penambahan hukuman terhap Ramli, sebagaimana disampaikan Jeriko, diatur oleh Pasal 64 KUH Pidana. “Itu penambahan hukuman atas perbuatan berlanjut (voofgetzette handeling). Bahwa korban merupakan orang yang seharusnya dia lindungi, juga menjadi faktor pemberatan,” beber advokat yang juga akademisi ini. (syamsul)

Loading...