Setengah Gaji Untuk Nyabu, Buruh PTPN IV Pacu Stamina dengan Sabu

9

PERBAUNGAN-M24 | Lagi-lagi alasan untuk menambah stamina agar kuat bekerja, buruh PTPN IV Adolina Perbaungan pakai sabu. Parahnya lagi, setengah gajinya tiap bulan hanya dihabiskan untuk belanja sabu.

Adalah Nuriadi alias Adi (24) yang punya kebiasaan buruk itu. Tapi kini, akibat kebiasaan buruknya itu, dia harus membayar mahal. Kamis (26/7) sekira pukul 18:30 WIB, petugas Polsek Perbaungan menangkap warga Pondok Sukir, Desa Tanjung Putus, Kec Pegajahan, Sergai ini ketika sedang belanja sabu.

Adi sendirii ditangkap polisi di Link Tempel, Simpang III Pekan, Kec Perbaungan, Sergai. Awalnya Polsek Perbaungan mendapatkan informasi bahwa bakal ada transaksi sabu di lokasi tersebut, antara bandar narkoba berinisial Ris dan An, keduanya warga setempat. Kabar yang didengar petugas, kedua BD itu akan melayani Adi yang biasa datang dengan menggunakan becak motor.

Petugas bergerak cepat dengan menebar personil di lapangan. Sebentar memantau, tim melihat ketiganya sedang bertransaksi sabu. Sialnya saat digerebek, Ris dan An berhasil kabur. Polisi hanya menangkap Adi bersama satu paket sabu. Ris kabur ke areal rel kreta api. Begitu juga dengan An, kabur dengan mengendarai becak motor.

Adi yang pasrah ditangkap meski sempat kabur ke gang rumah warga itu bersama barang bukti langsung digiring ke Mapolsek Perbaungan. Dalam pemeriksaan, Adi mengaku sudah 9 bulan mengkonsumsi sabu. Dia mengaku menggunakan sabu untuk menambah stamina bekerja sebagai buruh di PTPN IV Adolina. Adi mengaku menggunakan Betor agar aman dari pantauan polisi.

“Aku beli sabu untuk digunakan sendiri satu paket Rp100 ribu itu habis untuk ku sendiri yang menggunakannya,” papar Adi.

Kepada petugas, Adi memang menjadi pasien tetap Ris. “Aku pesan sama Ris. Lalu Ris memberikan kepada An selanjutnya diserahkan kepada ku begitu seterusnya jika aku belanja sabu dan aku memakainya di rumah ku sendiri,” ucapnya.

Kasubah Humas Polres Sergai, AKP Nellyta Isma kepada M24 mengatakan tersangka dan barang bukti telah diamankan dan kasusnya sendiri masih dalam pengembangan pihak kepolisian. “Ia benar saat ini masih dalam pengembangan karena dua tersangka berhasil kabur,” terangnya. (darmawan)

Loading...