Sidang Rusunawa Sibolga Dilanjutkan

290

M24.CO|MEDAN

Sidang kasus dugaan korupsi Rusunawa Sibolga berlanjut. Di ruang Cakra III PN Medan, Ketua Majelis Hakim Parlindungan Sinaga menolak keberatan kedua terdakwa, Rabu (12/10).

Kebereran yang diajukan Direktur Putra Ali Sentosa, Adely Lis alias Juli selaku rekanan dan mantan PPKAD Pemko Sibolga, Drs Januar Effendy Siregar ditolak Majelis Hakim.

Dalam pertimbangan putusan sela yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Parlindungan Sinaga dalam persidangan yang berlangsung di Cakra III, menyebutkan bahwa kasus tersebut telah memasuki materi pokok persidangan.

Masih dalam putusannya, Hakim Tipikor Medan, Parlindungan Sinaga memerintahkan agar penuntut umum menghadirkan para saksi dan ahli, hal yang sama juga kepada penasehat hukum. Usai membacakan putusan selanya, majelis hakim menunda persidangan kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 3,2 Milyar lebih tersebut, pada pekan depan.

Sebelumnya, penuntut umum dalam tanggapannya menyatakan tetap pada dakwaannya atas keberatan dari penasehat hukum terdakwa.

Pada persidangan tersebut, penuntut umum Netty Silaen dan Fitri Zulfahmi menegaskan bahwa proses hukumnya telah memasuki materi pokok persidangan.

Dalam tanggapan penuntut umum atas eksepsi kedua terdakwa, kembali menegaskan bahwa ada prosedur yang dilanggar pada pelaksanaan jual beli antara Adeli Lis dengan Plt PPKAD Drs Januar Effendy Siregar, yang mewakili Pemko Sibolga. Akibat transaksi tersebut negara merugi sebesar Rp 3,2 Milyar lebih dari total anggaran Rp 6,8 Milyar dari APBD 2012.

Diterangkan Netty dari uraian akta jualbeli sebagai bukti otentik adanya perbuatan hukum jualbeli tanah antara terdakwa dengan Parlindungan Tandauli alias Lenci telah terjadi pembayaran dengan harga Rp 1,5 Milyar atas lahan seluas 7.171 meter bujur sangkar di Jalan Merpati / Jalan Mojopahit Kelurahan Aek Manis kecamatan Sibolga Selatan, Sibolga, dengan akta jualbeli No.24/2012 tertanggal 10 juli 2012.

Selanjutnya, berdasarkan akta jual beli itu BPN Sibolga memproses pendaftaran peralihan hak dan pada 20 Juli 2012, tanah tersebut beralih kepemilikan kepada terdakwa, sehingga sah sebagai pemilik tanah.

Dari sinilah kita menemukan adanya, pelanggaran hukum tersebut, Sambung Netty sembari menjelaskan sebelum akta jualbeli tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak, terdakwa pada 28 Juni 2012 telah mengikat perjanjian jualbeli tanah dengan Drs Januar Effendi Siregar mewakili Pemko Sibolga dengan akta jualbeli No.98/L/SGM/2012, dengan harga jualbeli tanah Rp 950 ribu M2, dengan total pembayaran Rp 6.812.450.000,-.

Adapun dasar yang jual beli antara Adeli Lis dengan Januar, yakni periikatan untuk jualbeli 28 mei 2012, No 29, antara Adeli Lis dengan Parlindungan Tandauli alias Lenci.

Sekaitan dalam kasus ini ada permasalahan kepemilikan tanah sertifikat hak milik No 344 atas nama Harry Soetanto antara Parlindungan Tandauli alias Lenci dengan terdakwa di dalam surat dakwaan, Netty menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah sengketa perdata yang belum ada penyelesaiannya, dan ini pun sudah dijelaskan dalam dakwaan jaksa bahwa sudah ada penyelesaian atas kepemilikan tanah SHM No 344 tersebut, sehingga tidak diperlukan lagi adanya penyelesaian melalui peradilan perdata.

Pada kasus ini, terdakwa Adeli Lis tidak dilakukan penahanan. Karena menurut, Netty bahwa pelaku saat memasuki proses persidangan dikabulkan permohonan penangguhan penahanannya. (van)

Loading...