Sintua HKBP Dibacok 5 Perampok Bersajam

27

Kalah tenaga, Lohot Dosmeus Sitanggang (60) jadi sasaran bacokan lima perampok bersenjata tajam yang menerobos rumahnya. Uang dan perhiasan emas dengan total Rp40 juta amblas dibawa kabur pelaku.

SIMALUNGUN-M24 | Lohot Dosmeus Sitanggang (60) harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Tiara, Kel Timbanggalung, Kec Siantar Barat, KPematangsiantar. Sintua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bahkapul ini mengalami sejumlah luka bacok setelah rumahnya disantroni perampok bersenjata tajam (sajam).

Seperti dituturkan korban kepada metro24, perampokan itu terjadi, Selasa (7/8) sekitar pukul 04:00 WIB. Ketika itu, Lohot mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya di Huta Sidomulyo I, Nagori Rukun Mulyo, Kec Panombeian Panei, Kab Simalungun. Tak lama berselang, ia mendengar pintu samping rumahnya seperti dibongkar.

“Mereka masuk dari pintu samping. Pada umumnya, kalau tamu masuk dari samping, kami sangka orang mau berobat. Istri saya (Mery Sinaga) seorang bidan,” ujarnya.

Lohot pun berlari ke bagian samping rumah bertepatan saat pintu terbuka. Sadar akan bahaya, ia coba mendorong (menahan) pintu tersebut. Namun Lohot kalah tenaga dengan para pelaku yang belakangan diketahui sebanyak lima orang. Ia pun terjerembab ke lantai rumah.

“Aku kaget. ‘Jangan teriak! Kami pencuri,’ gitu dibilang orang itu (pelaku). Jadi aku menjerit, ‘maling’ kubilang. Kusorong pintu, gak tahan aku pas dorong-dorongan. Mereka ada empat orang di depan pintu,” ucap korban.

Dengan cepat para pelaku menganiaya dan membacoki tubuh renta itu dengan kampak dan parang. Selanjutnya ia diikat. Istri korban, Mery Sinaga juga jadi sasaran. Tubuhnya diikat dan dimasukkan ke kamar mandi. Para pelaku memaksa istri korban memberitahu tempat penyimpan harta berharga mereka.

“Kupiting yang megang kampak, karena diayunkannya kampak itu ke arah kepalaku. Kami bergelut dan aku jatuh dipukul. Kemudian diikat tangan aku. Aku disekap di dapur, sedangkan istriku disorong ke kamar mandi dan diikat, baru dilakban mulutnya,” beber Lohot.

Selanjutnya, dengan leluasa, para pelaku mengacak-acak isi lemari di kamar korban. Tas berisi uang milik jemaat gereja, uang hasil penjualan sawit sekitar Rp20 juta, 3 gelang emas, 2 cincin dan 1 kalung emas putih berhasil disikat kawanan penjahat. Total kerugian korban mencapai Rp55 juta. Para pelaku lalu keluar dari rumah dan kabur mengendarai mobil Avanza warna hitam.

Mengetahui para pelaku telah pergi, istri korban berupaya keluar rumah dengan tangan yang masih terikat. Setiba di depan rumah, ia berteriak minta pertolongan. Warga yang mendengar langsung datang membantu. Selanjutnya korban yang menderita luka bacok di kepala, pinggang dan kaki dilarikan ke rumah sakit. (baca: Korban Minta Hidungnya Tak Dilakban)

Setelah mendapat perawatan, sekitar pukul 17:00 WIB, istri korban membuat laporan polisi (LP) ke Polsek Paney Tongah. “Memang tadi belum melapor karena masih trauma. Tapi sore tadi sudah buat LP,” terang Mery Sinaga yang mendampingi korban di rumah sakit.

Terpisah, Kapolsek Panei Tongah, AKP Peris Gultom mengatakan jika pihaknya tengah menyelidiki kasus perampokan tersebut. “Anggota masih di lapangan untuk penyelidikan. Sabar ya, kalau ada perkembangan saya kabari,” ucap Peris Gultom. (adi)

Loading...