Siswi SMP 7 kali disetubuhi paman

Irwan-Medan | Semenjak orang tuanya bercerai, Bunga (17), nama samaran, meninggalkan kampungnya di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan tinggal di rumah tantenya di Jln Bahagia, Medan Kota.

Namun, kepindahan ini malah membawa petaka baginya. Karena di rumah itu pula siswi di SMP ini disetubuhi oleh pamannya sebanyak tujuh kali.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini kemudian melaporkan perbuatan cabul pamannya berinisial KG (57) itu ke kepolisian sesuai dengan nomor LP/328/K/II/2018/SPKT Restabes Medan, tanggal 23 Februari 2018.

Loading...

Kepada M24, Bunga cerita kalau kedua orang tuanya NTN br H (45) dan MS telah bercerai sekitar tahun 2016. Ketika itu dirinya baru tamat SD. Lalu ia diserahkan ibunya kepada sepupu ibunya SM br H (38) yang bersuamikan KG (57) warga seputaran Jln Bahagia Medan.

KG merupakan guru bahasa Indonesia di salah satu SMP negeri di Medan. Bunga dititipkan agar bisa meneruskan sekolah di Medan di tempat pamannya mengajar. Setahun tinggal di rumah pelaku, korban akhirnya naik kelas 8.

Kemudian pada 21 Juni 2017, ketika korban baru pulang sekolah dan hendak memasak di dapur, tiba-tiba KG menghampiri korban.

Seketika pelaku mendekap korban dari belakang. Lalu menggerayangi tubuh korban. Diperlakukan seperti itu oleh pelaku, korban meronta-ronta hingga pelaku meninggalkan korban.

“Sebelumnya dia juga pernah masuk ke kamar saya pada malam hari. Ketika itu tante saya tidak ada di rumah dan dia mencium saya. Karena saya sadar, pelaku langsung keluar kamar,” kata Bunga kepada M24.

Ia melanjutkan, pada 13 September 2017, sekira pukul 14.00 WIB, dirinya sedang memasak. Di rumah tidak ada tantenya karena sibuk dengan bisnis usaha jahit. Tiba-tiba pelaku kembali mendekap korban dari belakang. Lalu menariknya secara paksa ke kamar tidur korban.

Setelah dirinya di dalam kamar, pelaku menutup dan mengunci pintu kamar. Kemudian pelaku melecuti pakaiannya secara paksa.

Pelaku selanjutnya menindih korban. Dari situlah, pelaku mulai melampiaskan birahinya pada korban. Persetubuhan itu terus berulang hingga tujuh kali.

“Biasanya aku disetubuhi pada siang pulang sekolah. Karena tante tidak ada di rumah. Pelaku setiap habis melakukan hubungan itu selalu mengancam agar jangan bilang siapa-siapa, karena dia punya adik preman di Delitua katanya,” ungkap korban.

Perbuatan cabul KG terendus istrinya 2 Februari 2018. Korban ditanyai oleh tantenya mengenai persoalan itu. Korban membeberkan pelecehan seksual yang dialaminya dari KG.

Namun korban malah dipersalahkan tantenya. Ia dianggap yang merayu KG. Akhirnya korban dipulangkan tantenya ke rumah orang tuanya di Manduamas, Tapteng. “Saat itulah ibu saya tahu hal ini, hingga melaporkan perbuatan pelaku ke polisi,” tutur korban.

Belum ada penjelasan mengenai laporan korban itu. Pasalnya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda yang coba dikonfirmasi M24 melalui seluler, tak dapat dihubungi.

Surat pindah tak sampai, korban putus sekolah

KORBAN tak lagi bisa melanjutkan sekolah sejak Februari 2017. Pasalnya, ia tak pernah mendapat surat pindah sekolah yang sebelumnya telah dimintanya kepada pelaku.

Menurut korban, ketika minta surat pindah, korban dipaksa pelaku untuk menandatangani surat yang menyatakan pernyataan yang dirinya tidak memahami betul isinya.

“Saat itu pihak kepala sekolah tahu suratnya sebagai syarat agar surat pindah sekolahnya disetujui,” bilangnya.

Hanya saja, surat pindah itu harus ditebusnya Rp1 juta. Karena tidak membawa uang Rp1 juta tersebut, pihak sekolah mengatakan bahwa surat pindahnya telah diberikan kepada pelaku.

Korban lalu menanyai soal surat itu kepada pelaku. Tetapi pelaku mengatakan telah mengantar surat ke kampungnya di Tapteng dengan menggunakan pengangkutan.

“Padahal tidak pernah ibu saya menerimanya,” sebut korban.
Pihak keluarga korban kembali mendatangi pihak sekolah. Lalu mengatakan bahwa surat tersebut tidak pernah diterima.

Namun, pihak sekolah mengungkapkan tidak bisa lagi mengeluarkan surat pindah atas nama korban. “Dari bulan Februari 2017 sampai saat ini saya tidak sekolah lagi,” pungkasnya.

Loading...