Sitepu saling bunuh, korban lebih dulu menantang duel

38

KARO-M24 | Pemakaman Dala Git Sitepu (36) di Desa Ujung Payung, Kec Simpang Empat, Kab Karo diiringi isak tangis keluarga, istri dan anak-anaknya. Apalagi korban merupakan tulang punggung keluarganya.

“Kita serahkan kepada polisi untuk diproses secara hukum dengan seadil-adilnya. Semoga tidak terulang kembali hal-hal seperti ini. Hati kami sangat tersayat,” kata Ginting, keluarga dekat korban yang ditemui M24, Jumat (25/4).

Diberitakan sebelumnya, korban tewas setelah terlibat perkelahian dengan Amonius Sitepu (40), warga Desa Beganding, Karo, Kamis (24/5) pagi. Diduga kuat terkait perbatasan tanah di perladangan panggung, Desa Beganding.

Permasalahan batas tanah itu sendiri sudah berlangsung dari orangtua keduanya. “Dulu juga pernah dipersoalkan. Tapi didamaikan keluarga, sehingga tidak ada lagi gejolak. Tapi tiba-tiba terjadi seperti ini,” tutur Ginting sedih.

Kapolsek Simpang Empat, AKP Nazrides Syarif SH yang ditemui di ruang kerjanya menerangkan, pihaknya telah meminta keterangan dari keluarga tersangka. “Jadi kita telah memintai keterangan dari tersangka. Termasuk istrinya, supaya bisa kita proses lebih lanjut,” tegasnya.

Pantauan M24, tampak Amonius Sitepu juga dimintai keterangan oleh petugas di Mapolsek Simpang Empat. Ia pun menuturkan awal keduanya terlibat perkelahian berdarah itu. “Dia awalnya bilang, ‘kenapa terus-terusan kau serobot batas tanah ini?. Langsung aku jawab, memangnya dimana batas tanah itu? Gimana bagusnya kita buat?” kenang Amonius.

Ketika itu, lanjutnya, korban menantang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di lereng hutan. Karena bersama istri dan anaknya, tersangka memilih meninggalkan korban dan memindahkan dua ekor lembu miliknya yang tak jauh dari lokasi korban mengambil tanah humus.

Kemudian ia mendatangi korban bermaksud berbicara. “Tiba-tiba diserangnya saya pakai parang. Spontan kutangkis. Saat itulah langsung aku bacok dia beberapa kali,” ujar tersangka.

Setelah itu, tersangka yang terluka menjumpai warga yang sedang mengambil bambu di sekitar TKP, minta diantar ke rumah sakit. “Di situlah korban roboh dan dilihat para saksi. Hanya mereka tak mengetahui permasalahannya,” pungkas tersangka. (herlin/sekilap)

Loading...