Suami larikan kreta tetangga, istri yang dipukuli

PERCUT-M24 | Sri (38), terpaksa menyambangi Mapolsek Percut Seituan. Tujuannya untuk melaporkan tetangganya yang telah melakukan pemukulan terhadap dirinya.
Saat ditemui M24 di Mapolsek Percut Seituan, Jumat (6/7) pagi, ibu tiga anak warga Pasar 7 Makmur, Tembung, ini mengaku dianiaya oleh M Yasir.

Sri bilang, kasus bermula sebelum lebaran. Kala itu suaminya, Wagimin (40), meminjam kreta (sepedamotor) Honda Beat milik M Yasir, tetangganya. “Waktu itu saya ndak tahu kalo suami saya meminjam kreta itu,” bilang Sri.
Lama ditunggu, Wagimin ternyata tak jua mengembalikan kreta, hingga membuat kesal Yasir yang langsung menemui Sri. “Saya bilang gak tahu kemana suami saya itu. Malah sampai sekarang dia belum juga pulang,” ungkap wanita yang bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan swasta itu.

Karena malu dengan perbuatan suaminya, akhirnya Sri bersedia mengganti Beat milik M Yasir yang telah di-kredit selama 11 bulan dari 36 bulan dengan angsuran sekitar Rp600 ribu/bulan dan DP Rp3, 5 juta.
“Saat itu kami bersepakat bahwa bulan Juli ini akan saya berikan uang untuk ambil Beat baru, DP Rp3,5 juta saya berikan dan akan saya angsur pembayaran tiap bulan hingga 11 bulan saja,” terang Sri.

Loading...

Namun, Senin (2/7) sekira pukul 20:00 WIB, Yasir yang selama ini bertetangga baik dengan Sri, datang menagih janj. Yasir mendadak mengubah perjanjian dimana Sri harus bayar angsuran sampai lunas. “Mana sanggup saya, udah ambil cicilan kreta baru dengan DP 3,5 juta malah bayar angsuran Rp600 Ribu lagi dari kreta Beat yang digelapkan suami saya. Sementara saya kerja sendiri cari makan buat ketiga anak saya,” lirihnya.

Yasir lantas kalap hingga menghancurkan kaca rumah dan kreta Vega milik Sri. Belum puas, pria itu juga memukuli Sri dengan sebatang bambu hingga lengan kirinya luka luka memar. “Membabi buta dia memukuli kaca rumah dan kreta saya. Sebetulnya saya sudah siapkan DP kreta baru dan cicilan pertamanya. Kemana lagi saya musti cari uang. Padahal saya ini mau tanggungjawab atas perbuatan suami yang sampai sekarang belum pulang juga,” cetus Sri dengan mata berkaca-kaca.

Sri yang merasa teraniaya, akhirnya melaporkan Yasir karena tindakannya yang merusak rumah, kreta Vega dan pemukulan. Kok tega kali dia (Yasir, red) kek gitu mukulin. Saya ikhlas jika suami saya dilaporkan dan ditangkap, karena sampai saat ini pun saya tidak tau keberadaannya,” pungkasnya.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri kepada M24, membenarkan telah menerima laporan korban. “Korban sudah kita minta keterangannya termasuk menghadirkan saksi-saksi agar kasusnya segera diproses,” tegas Faidil. (irwan)

Loading...