Sumatera Jadi Pintu Penyeludupan, Bea Cukai Bongkar Penyeludup Hiu

197

HiuM24.CO – BELAWAN – Sumatera ternyata menjadi pintu keluar masuknya barang asing secara ilegal. Berbagai modus dilakukan para penyeludup untuk mengelabui petugas bea dan cukai.

Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi menjelaskan, Belawan, Pelabuhan Sekupang Batam, Perairan Aceh, Bengkalis, Pantai Timur Sumatera, Tanjung Balai Karimun menjadi pintu para penyeludup. Adapun barang yang berhasil diamankan Bea Cukai adalah rokok, timah, minuman keras dengan berbagai merk, pakaian bekas, bawang merah, ikan hiu, cumi cumi dan berbagai buah buahan seperti jeruk, lemon, apel sereta buah pear.

“Ekspor ilegal puluhan karung ikan hiu dan cumi juga dapat digagalkan pihak BC melalui Pelabuhan Belawan. Modus operandinya menyisipkan pada komoditi daging kodok tujuan Malaysia,” jelasnya.

Dia memaparkan, selama menyelenggarakan Operasi Gerhana 3 sejak 6 Juni 2016 hingga 21 Juli 2016, pihaknya melakukan 50 penindakan dalam bidang impor dan ekspor, 22 kasus pelanggaran perdagangan bebas serta 2 kasus penindakan TKI ilegal.

Penindakan terhadap upaya penyelundupan berbagai jenis barang melalui perairan Aceh, Bengkalis, komoditi dominan yang ditindak merupakan bawang merah , pakaian bekas asal Kuala Linggi, Malaysia dengan tujuan Pantau Timur Sumatera.

Sedangkan melalui Kepulauan Riau yakni Tanjung Balai Karimun dan Pulau Batam, komoditi yang dominan diselundupkan dari luar negeri berupa rokok serta ekspor timah ilegal dari Belitung dengan tujuan Kuantan, Malaysia.

Secara keseluruhan, nilai barang atas 50 penindakan yang dilakukan BC selama pelaksanaan Operasi Gerhana kurang lebih Rp 20, 3 miliar sedangkan total kerugian negara yang dapat diselamatkan kurang lebih Rp 9 miliar.(Irul)

Loading...