Tak Didampingi PH, Sidang Dua Pemikul 6,6 Kg Sabu Batal Digelar

10

PN MEDAN-M24 | Sidang kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan dua terdakwa yakni masing-masing Musafir alias Ebi dan Kamaruzaman alias Kamal, keduanya warga asal Aceh batal digelar. Penyebabnya, Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi enggan menggelar persidangan karena kedua terdakwa tak didampingi Penasehat Hukum (PH).

“Tindak pidana kalian ini berat. Terus pengacara kalian juga tidak ada. Coba dicari pengacaranya. Kalau pengacara yang disiapkan negara gratis kok gak bayar. Dicarilah,” imbau Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/9) sore.

Sebelumnya, sesaat sidang baru dibuka, terdakwa Ebi mengaku nekat memikul sabu seberat 6,6 Kg karena desakan ekonomi. Ebi diiming-imingi uang Rp50 juta. Kemudian dia mengajak rekannya Kamal. Sabu itu rencananya mau diedarkan di Kota Medan atas suruhan seseorang bernama Sukri (buron).

Dari Aceh keduanya menumpangi mobil mini bus. Namun belum sampai di tujuan tepatnya di daerah Tanjungpura, Kab Langkat dihentikan oleh petugas Polda Sumut.

Atas perbuatan keduanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono mendakwa keduanya dengan pidana primer Pasal 114 ayat (2) atau subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (ansah)

Loading...