Tak Sadar Berulang Disetubuhi Lesbi

Percut-M24 | Desi (bukan nama sebenarnya) tak menyangka jika Jaka Arisandi, yang berulang kali menidurinya, adalah juga wanita bernama Citra Panjaitan (30). Remaja berusia 18 tahun ini pun melaporkan pelaku ke Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (26/7) siang.

Seperti dituturkan warga Tanjungmulia ini kepada metro 24, dirinya mengenal pelaku sejak satu tahun belakangan. Ketika itu, pelaku mengaku bernama Jaka Arisandi dan bekerja sebagai guru di Sekolah Parulian 2, Mandala.

Penampilan yang maskulin dan kerap memberi perhatian membuat Desi tersentuh. Ajakan untuk menjalin hubungan serius pun disambut Desi dengan tangan terbuka. Bahkan Desi bersedia saat dibawa ke tempat kost pelaku di seputaran Jln Sering/Jln Pancing, Kec Medan Tembuh.

Loading...

Ia juga tak menolak ajakan pelaku untuk melakukan hubungan suami istri. Dengan kondisi lampu kamar dimatikan, keduanya bergelut dalam birahi. Sejak itu, keduanya seakan menemukan mainan baru. Walau sebentar, mereka selalu bertemu untuk mengulangi perbuatan terlarang tersebut.

Desi tak pernah berupaya menolak. Selain karena sudah cinta, ia mengaku, setiap berhubungan dengan pelaku, dirinya merasa menjadi perempuan seutuhnya. “Selama berhubungan, saya merasakan apa yang perempuan rasakan. Dia (pelaku) memasukkan barangnya ke dalam kemaluan saya,” kenang wanita bertubuh proporsional dengan kulit hitam manis ini.

Namun, semua kenikmatan yang dia dapat selama ini ternyata semu. Kenyataan pahit itu terungkap saat pelaku mengajak Desi tinggal bersamanya di kost, seminggu lalu. Desi bahkan bersedia berhenti bekerja di Toko Foto Copy Nova, seputaran Jln Pancing. Pekerjaan itu ia dapatkan dari pelaku setelah berhenti dari penjaga toko sepatu.

Selama tinggal di kos pelaku, Desi kerap mendengar suara-suara sumbang dari warga sekitar. Salah satu warga bahkan mengatakan kepada dirinya, jika Jaka Arisandi adalah seorang wanita. Bernama asli Citra Panjaitan. Pun begitu, Desi tak percaya. Dalam kegelapan kamar, ia tetap melaksanakan kewajibannya terhadap pelaku.

Hingga, kemarin, saat beres-beres kamar, Desi menemukan sejumlah dildo (sebuah benda yang terbuat dari plastik atau karet, berbentuk seperti penis, berfungsi sebagai pengganti penetrasi) koleksi pelaku. “Berarti selama ini saya disetubuhi dia dengan alat kelamin palsu. Kalo saya tak tinggal sama dia, selama seminggu ini, pasti saya nggak tahu kalau dia perempuan. Saya merasa tertipu, makanya saya membuat laporan ke sini,” geram Desi.

Sayang, keterangan dari korban terhenti setelah dipanggil salah seorang personel ke dalam Ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Percut Sei Tuan. Ketika keluar, korban pun berlalu dari hadapan awak media.

Panit 1 Reskrim Polsek Percut, Ipda Supriadi yang dikonfirmasi berjanji memeriksa laporan korban. “Belum ada laporan. Nanti saya cek ke PPA ya,” janjinya. (irwan)

Loading...