Tembak Mati Adik Ipar, Kompol Fahrizal Terancam 15 Tahun Penjara

Kompol Fahrizal di persidangan

PN MEDAN-M24 | Tembak mati adik iparnya, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal (41) warga Jln Bantan No. 39 A, Kel Bantan, Medan Tembung diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (8/10) siang.

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menyebutkan terdakwa Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan pada Rabu 4 April 2018 sekira pukul 19.00 WIB lalu.

Penembakan itu terjadi di rumah ibu kandung terdakwa di Jln Tirtosari Gang Keluarga No. 14 D, Kel Banten, Kec Percut Seituan.

Loading...

Saat itu Fahrizal dan istrinya baru tiba dari Lombok. Tiba di rumah ibunya, terdakwa sempat mengusuk tangan dan punggung ibunya.

Namun tiba-tiba terdakwa berdiri lalu mengambil senjata api miliknya dari kantong celana sebelah kanannya kemudian mengarahkannya ke kepala ibunya.

Jumingan yang saat itu sedang nonton televisi terkejut melihat tingkah abang iparnya itu. Dia pun melarangnya. Namun naas, terdakwa malah menembaknya. Jumingan tewas seketika setelah ditembak di bagian kepala dan paha sebanyak empat kali.

Atas perbuatannya itu, terdakwa terancam hukuman 15 tahun penjara karena diancam pidana melanggar Pasal 338 KUHP Subs Pasal 359 KUHP.

Sementara itu dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang Cakra 4, PN Medan, dalam nota eksepsinya kuasa hukum terdakwa Hasrul Benny Harahap mengaku terdakwa mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak tahun 2014 lalu.

“Untuk itu kami meminta agar majelis hakim menolak dakwaan penuntut umum terhadap Fahrizal karena saat peristiwa terjadi kondisi kejiwaannya sedang terganggu,” ujar Benny di hadapan Ketua Majelis Hakim, Deson Togatorop dan JPU Randi Tambunan.

Usai pembacaan eksepsi, Majelis Hakim meminta kuasa hukum terdakwa agar dapat melampirkan bukti hasil pemeriksaan medis dari sejumlah dokter kejiwaan yang disebutkan dalam eksepsi pada sidang pekan depan. (ansah)

Loading...