Tender Pelebaran Jln Kabanjahe-Kutabuluh, KPPU Medan Putuskan 3 Perusahaan Rugikan Negara

8

MEDAN-M24 | Tiga perusahaan dan satu pokja pengadaan diputuskan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Medan terbukti melakukan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam tender paket pekerjaan pelebaran Jalan BTS Kabanjahe-Kutabuluh TA 2015 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Sumut dengan total HPS Rp29,973 miliar.

Ketiga perusahaan ini masing-masing PT Gayotama Leopropita (terlapor III), PT Multhi Bangun Cipta Persada (terlapor IV), PT Matahari Abdya (terlapor V). Kemudian Pokja Pengadaan Barang/Jasa Satjer Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 (terlapor VII). Sedangkan enam terlapor lainnya dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 22 UU No 5 Tahun 1999, tentang Larangan Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Menyatakan terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” ucap Kodrat Wibowo selaku pimpinan sidang dalam putusan yang dibacakan melalui musyawarah sidang majelis komisi di KPPU Medan, Selasa (4/9).

Majelis Komisi berpendapat telah terbukti adanya kesamaan personil inti pada dokumen penawaran yang disampaikan oleh terlapor III, terlapor IV, dan terlapor V. Atas kesamaan ini, telah terjadi kerjasama atau tindakan penyesuaian dalam proses penyusunan dokumen penawaran terlapor III, IV dan terlapor V.

Usai sidang Ramli ST Simanjuntak selaku Kepala KPPU Medan menambahkan para terlapor juga dihukum agar membayar denda masing-masing terlapor III membayar denda sebesar Rp1,5 miliar, terlapor IV membayar denda Rp1,7 miliar, terlapor V membayar denda sebesar Rp1,1 miliar yang harus disetor ke kas negara.

“Imbauan kita kepada dinas terkait yang memberikan proyek pengerjaan agar integritas pegawainya diperhatikan. Mari saling kerja sama untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya. (ansah)

Loading...