Terjerat Kasus Korupsi, Dosen UMJ Ditangkap Kejatisu

25

KEJATISU-M24 | Belum sampai dua hari, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali meringkus seorang buronan korupsi. Sehari sebelumnya Tim yang dipimpin oleh Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak juga meringkus mantan Kasi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru, drg Mariane Donse br Tobing saat berbelanja di Kota Tarutung, Kab Tapanuli Utara.

Mariane merupakan terpidana penggelembungan harga vaksin meningitis bagi para calon Jemaah Umroh dari Januari 2011 hingga Juli 2012, dengan kerugian negara Rp580 juta lebih. Dimana kasus ini telah berkekuatan hukum tetap dengan menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang menghukumnya selama 4 tahun penjara denda Rp200 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp6,5 juta.

Kali ini, Intel Kejatisu kembali meringkus Drs H Hasnil (68) di kawasan Kota Tangerang Selatan, Minggu (29/7) dinihari.
“Dia (Hasnil) diringkus di kediamannya di Jln Mangga I No.163 Kompleks PU, Kel Rengas, Kec Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan setelah dilakukan pemantauan selama dua minggu oleh tim,” ucap Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Sumanggar melanjutkan, pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M Yasin & Rekan ini merupakan buronan dari Kejari Langkat dan juga Kejari Simalungun dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS. Dalam kasusnya di Langkat, dia dihukum 6 tahun penjara. Kasus ini terjadi pada tahun anggaran 2001-2002.
Sedangkan pada tahun 2008 di Simalungun, dia dihukum 4 tahun penjara. Untuk dua kasus itu, dia juga dihukum denda sebesar Rp200 juta.

“Total kerugian akibat manipulasi penghitungan yang dilakukannya sebesar Rp2,9 miliar, rinciannya Pemkab Langkat menderita kerugian sebesar Rp1,2 miliar sedangkan Pemkab Simalungun menderita kerugian sebesar Rp1,7 miliar,” terang Sumanggar.
Sumanggar menambahkan, selama proses penyidikan hingga proses persidangan tersangka tidak ditahan. “Jadi proses hukum terpidana ini sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan MA,” sebut Sumanggar.

Selama buron, terpidana ini bekerja sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). “Jadi setelah putusan inkhrah, jaksa memanggil terpidana hingga tiga kali, namun tidak diindahkan. Sehingga dia dimasukan dalam DPO jaksa pada awal tahun 2018 lalu,” beber Sumanggar.

Selanjutnya usai sampai di Kejatisu, terpidana langsung dijebloskan ke Lapas Tanjunggusta Medan untuk menjalani masa hukuman. Untuk diketahui dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS ini, Hasnil tidak sendirian. Dia juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa dan mantan Sekda Simalungun, Abdul Muis Nasution. Keduanya pun sudah menjalani masa hukuman. (ansah/tiopan)

Loading...