Terkait Dugaan Pungli di Pelabuhan, Polda Sumut Bakal Tetapkan Tersangka Baru

162

tangkapM24.CO | MEDAN – Polda Sumatera Utara (Poldasu) masih mendalami keterlibatan oknum lain pasca-operasi tangkap tangan di sebuah kafe di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, beberapa waktu lalu. Operasi tangkap tangan ini terkait pungutan liar (pungli) dalam proses bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Poldasu, AKBP Mangantar Pardamean Nainggolan, mengatakan, pihaknya sudah mengantongi satu nama yang akan ditetapkan menjadi tersangka kasus serupa. Sebelumnya, dua orang yang diringkus dalam operasi tangkap tangan berinisial HMP dan H.

Dia menerangkan, dari penangkapan HPM dan H, belum dapat disimpulkan apakah mereka memiliki keterkaitan dengan Otoritas Pelabuhan atau tidak. “Tersangka dalam pemeriksaan. Kami belum tahu apakah ada keterkaitan instansi terkait. Jika terbukti pasti kami kejar,” ujarnya.

Disinggung mengenai keterlibatan instansi lain, pihaknya juga belum bisa menyimpulkan. “Soal keterkaitan instansi-instansi lain, belum dapat kami pastikan saat ini. Kami masih terus periksa,” pungkas Nainggolan.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan menegaskan pihaknya sedang fokus menggali kemungkinan digunakannya kewenangan institusi dalam praktik pungli dengan tersangka HPM dan P. “Kedua tersangka mengaku ada memberikan uang pelicin kepada oknum. Jadi tiap kali bongkar muat, ada pelicin Rp57 juta untuk oknum,” bebernya.

Menurutnya, ada 136 orang yang diduga melakukan pungli. Kesemuanya bernaung di 68 koperasi dan perusahaan yang ada di Belawan. “Ada 68 perusahan kami duga melakukan dugaan pungli proses bongkar muat. Semua akan diperiksa, termasuk buruh-buruhnya. Apakah mereka diberikan upah atau uang pungutan hanya untuk oknum-oknumnya saja,” pungkasnya.(Red)

Loading...