Terkait Kasus Dodi| Kapolres, Kejari, dan Jaksa Harus Bertanggungjawab

253

dody
M24.CO l SIDIMPUAN

Salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Dodi Harianto, terpidana kasus pencabulan dan dinyatakan tidak bersalah, sudah diterima keluarga melalui Elida Warni Siregar, Ibunda Dodi. Sedihnya, Elida mengaku tidak tahu untuk apa salinan putusan yang selama 2 tahun baru tiba di PN Psp itu digunakan.

dodi“Saya sudah terima salinan putusan ini Jumat (7/10) kemarin dan saya yang mengambilnya langsung. Jujur, saya tidak paham, jadi untuk apa guna salinan putusan ini,” ujar Elida, wanita yang selama 4 Tahun berjuang demi mencari keadilan bagi anaknya ini sedih.

Bahkan, dengan didampingi pihak dari keluarganya, Elida datang ke PN Psp, Selasa (11/10) kemarin, untuk menanyakan bagaimana tindak lanjut dari putusan MA tersebut. Ia mengaku, pihak PN mengarahkannya ke pihak Kejaksaan Negeri Psp. Sayangnya, dari pihak kejaksaan ‘melempar bola’ kepada jaksa bersangkutan, yang menangani kasus Dodi, anaknya pada saat itu.

“Dari pengadilan saya disuruh ke kejaksaan, dari kejaksaan saya malah dibentak-bentak dan dimarahi. Katanya, masalah ini langsung ke jaksa yang menangani kasusnya waktu itu. Tidak ada harga diri saya dibuat mereka, kayak bola saya dioper kesana dioper kemari,” tukasnya berlinang air mata dan menyumpah serapah oknum pihak pengadilan dan kejaksaan.

Elida merasa tidak terima dengan perlakuan oknum kedua instansi penegak hukum tersebut, apalagi apa yang dilakukannya demi mencari keadilan dan menuntut harkat dan martabat anaknya yang sudah dirampas dengan cara yang sesat.

“Selama 4 Tahun saya tidak bosan-bosan untuk mencari keadilan bagi anak saya, meskipun pihak MA sudah menyatakan anak saya akhirnya tidak bersalah. Namun hingga kini tidak ada kejelasan dan tindak lanjutnya. Apakah memang begini nasib bagi orang yang miskin?” ujarnya geram.

Hal yang sama juga diakui Abdul Rasyid Batubara, pria yang ikut mendampingi Elida ini juga sangat menyesalkan sikap oknum dari kedua instansi tersebut yang dianggapnya memandang sepele atas kasus salah tangkap, salah tuntut dan salah vonis ini.

“Mungkin bukan karena keluarga mereka yang mengalami seperti ini, coba saja tanyakan, siapa yang mau dan rela anaknya ditangkap, lalu dihukum dan menjalani hukumannya hingga bebas, namun terbukti tidak bersalah. Dimana rasa keadilan itu? Bukankah kantor ini tempat orang-orang yang menegakkan keadilan?,” ucap pria yang juga pengurus LSM Pedang Keadilan ini kesal.

Mendapat perlakuan seperti itu, Rasyid yang mendampingi Elida akan tetap berjuang hingga masalah ini kelar dan terang.

” Tujuan kita mau mengetahui bagaimana tindak lanjut dari putusan ini, mulanya kita mau mediasi secara prosedur. Kalau tak bisa juga, akan kita surati instansi yang bersangkutan, dan kita tembuskan kemana-mana. Bila perlu sampai ke Presiden sekalian. Dan terakhir, kita akan tetap melakukan gugatan.” Tegasnya dan akan berkordinasi dengan pendamping hukum yang ada.(sabar)

Loading...