Terkait Konflik Nelayan, Ditpolairdasu Akan Ditindak Tegas Pukat Trawl

516

pukat TrawlM24.CO – BELAWAN – Ditpolairdasu akan menindak tegas penangkap ikan pukat trawl yang beroperasi di wilayah hukumnya. Upaya ini dilakukan untuk menekan konflik yang terjadi antara nelayan terkhusus yang berada di perairan Kabupaten Serdang Bedagai, Batu Bara / Pagurawan dan Deli Serdang.
Hal itu ditegaskan Dirpolairdasu Kombes Pol Ir Sjamsul Badhar melalui Kasudit Gakkum AKBP Drs Den Martin Nasution kepada wartawan usai mengikuti Rapat Kordinasi dengan instansi terkait dari masing-masing kabupaten tersebut di Mako Ditpolairdasu di Belawan, Selasa (2/8).
“Kalangan Nelayan di Sergai, Batubara, Pagurawan dan Kabupaten Deliserdang, hingga kini masih ada yang menggunakan pukat trawl atau tarik dua. Hal itu tidak sesuai dengan Permen KP 02/2015,” Ucapnya.
Menurut Kasubdit Gakkum Ditpolairdasu, guna mengantisipasi berlanjutnya konflik antara sesama nelayan di Kabupaten Sergai, Batubara, Pagurawan dan Deliserdang pihaknya dan instansi terkait akan melakukan penggalangan terhadap masyarakat nelayan agar tidak main hakim sendiri jika menemukan adanya kapal ikan tarik dua yang kedapatan masih melakukan aktifitas penangkapan ikan di tengah laut.
Turut hadir dalam rapat tersebut unsur pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) pihak Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelauatan dan Perikanan (PSDKP) Belawan.
Dalam rapat tersebut, pihak dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kota akan mencarikan alat tangkap pengganti yang ramah lingkungan dengan memberikan kredit lunak kepada mereka untuk mendapatkan alat tangkap ikan yang baru.
Disamping itu, pihak Ditpolairdasu dan TNI AL bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kota serta PSDKP Belawan akan menindak tegas terhadap oknum atau kelompok tertentu yang masih mengoperasikan kapal penangkap ikan tarik dua trawl atau sejenisnya. (Irul)

Loading...