Terkait Sidang Korupsi Bank Sumut, Zulkarnain Didakwa Merugikan Perekonomian Negara

54

RIVAN-MEDAN | Terkait sidang korupsi Bank Sumut yang di gelar di ruang Kartika Pengadilan Tipikor Medan, Netty Silaen SH MH di hadapan Majelis Hakim Ahmad Sayuti SH menyatakan, Zulkarnain SSos sebagai Pelaksana Jabatan (PLS) Pimpinan Divisi Umum PT Bank Sumut bersama-sama dengan Drs M Yahya selaku  Direktur Umum PT Bank Sumut, M Jefri Sitindaon ST  selaku Asisten III Divisi Umum dan Ketua Panitia Pengadaan, Haltafif SE MBA selaku Direktur CV Surya Pratama/Penyedia Jasa (Penuntutannya diajukan secara terpisah) dan Irwan Pulungan SSos selaku Pimpinan Divisi Umum dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan perbuatan melawan hukum sehingga keuangan negara dirugikan sebesar Rp10 miliar lebih.

“Terdakwa melanggar Pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsiyang diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana,” sebut JPU Netty Silaen dalam Nota dakwaan di ruang sidang Kartika Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam dakwaan juga JPU Netty Silaen menjelaskan, kedua terdakwa M Yahya berperan sebagai Direktur Umum dan M Jefri Sitindaon sebagai Ketua Pengadaan Barang dan Jasa dalam pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut sebanyak 294 unit yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dari awal tidak menentukan Harga Perhitungan Sementara (HPS). Tetapi, HPS yang dibuat tersebut berdasarkan dari rekanan yakni CV Surya Pratama dan itu disetujui oleh M Yahya dan direksi lainnya.

Padahal di dalam kontrak sendiri, rekanan CV Surya Pratama di dalam persyaratan administrasinya hanya mempunyai kemampuan kurang lebih Rp 12 miliar sedangkan untuk proyek kegiatan pengadaaan operasional sewa menyewa tersebut sebesar Rp 17 miliar.

Sehingga menimbulkan dianggap kemampuan Bank Sumut tidak memadai untuk pengadaan 294 unit mobil. Selanjutnya, dalam kontrak hanya satu tahun ternyata dibuat oleh M Jefri Sitindaon dan kontrak tersebut dirubah kemudian disetujui oleh M Yahya dengan durasi kontrak tiga tahun.

Dalam kontrak sebenarnya untuk jangka satu tahun ternyata saat diajukan kepada rekanan, CV Surya Pratama tidak dapat menyanggupi.

Akhirnya M Yahya dan M Jefri Sitindaon merubah kontrak dengan jangka tiga tahun tersebut tanpa adanya persetujuan direksi Bank Sumut. Sehingga mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 10 miliar. Setelah nota dakwaan dibacakan, Majelis Hakim melanjutkan sidang hingga pekan depan

Loading...