Terlibat Peredaran Sekilo Sabu, Pria Asal Aceh Utara Terkejut Dituntut 15 Tahun Penjara

16

PN MEDAN-M24 | Irfan Arrasyid (28) terkejut ketika mendengar tuntutan 15 tahun penjara yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran. Pria asal Aceh Utara ini tak menyangka 1 Kg sabu bisa merenggut kebebasannya selama 15 tahun.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra VII, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/9) sore, Jaksa dari Kejatisu itu menilai perbuatan pria yang tinggal di Jln Bakaran Batu Komplek Perumahan Graha Indah, Lubuk Pakam, Deliserdang ini melanggar Pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 15 tahun denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan,” ucap JPU Juliana di hadapan Ketua Majelis Hakim, Fahrein.

Pantauan awak media, selama persidangan terdakwa tampak syok dan terkejut mendengar ancaman hukuman yang dibacakan terhadapnya. Mimik wajah terdakwa langsung berubah begitu mendengar kalimat 15 tahun. Ia pun meminta pengurangan hukuman kepada Majelis Hakim.

Hingga akhirnya Majelis Hakim menyarankannya agar membuat nota pembelaannya (pledoi) secara jelas. “Dalam pledoimu saja nanti ya kamu ceritakan semua. Sidang kita lanjutkan pekan depan,” ujar Majelis Hakim sembari menutup persidangan.

Sekedar mengetahui, sesuai dengan dakwaan Jaksa menyebutkan, Irfan ditangkap bersama temannya yang lain yakni M Nassuwar dan Musliadi Ismail (berkas terpisah) dari rumah Irfan pada 25 Januari 2018 lalu.

Saat itu ketiganya baru menerima kiriman sabu dari Aceh. Rencananya sabu itu diedarkan di Kota Medan dan sekitarnya. Namun, belum sempat diedarkan, ketiganya sudah keburu diringkus petugas dari Polda Sumut. (ansah)

Loading...