Terungkap Bah! Rupanya Barbut OTT 3 ASN Nisel Mencapai Jutaan Rupiah

125

NORIS-NISELlSetelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Nias Selatan pada Kamis (20/04) lalu, tiga ASN Pemkab Nias Selatan yakni AN, YT, dan TT dibebaskan Polisi. Ketiganya dibebaskan selang sehari pasca penangkapan, atau tepat pada Jumat (21/04) siang, sekitar pukul 12:30 Wib.

Dikonfirmasi M24.CO, melalui via telephone selular, Selasa (25/04) pagi, YT, oknum ASN, bercerita banyak terkait OTT salah sasaran yang dilakukan tim saber pungli Nias Selatan. Dimana, OTT terhadap YT dan kedua rekannya yakni AN serta TT, merupakan kesalahan besar dari pihak kepolisian.

Awal diceritakan YT, ketika AN yang menjabat Camat Ulu Idanotae memintanya bertemu soal penandatanganan surat realisasi (SPJ) penggunaan dana desa. YT dan TT saat itu sedang makan siang disebuah rumah makan (RM. Rembulan) lantas mempersilahkan AN untuk datang.

Namun naas bagi ketiga ASN, tidak lama mereka bertemu, Wakapolres Nias Selatan, Kompol Rahman Antero Purba, datang dan langsung melakukan penangkapan sembari memanggil tim saber pungli lain melalui via telephone selular.

“Sebenarnya kami semua ada lima orang, yaitu saya, AN, TT, sopir saya, dan sopir AN. Ketika penangkapan terjadi posisi duduk kami berpisah-pisah, dimana saya bersama AN satu meja, sementara TT, sopir saya, dan sopir AN juga satu meja, ucap YT”.

Diterangkan YT, bahwa tidak lama mereka bertemu, Kompol Antero datang dan berkata, “ada apa ini, apa surat itu”, sambil memfoto mereka sembari menyita handphone, dokumen, dompet, ATM, buku tabungan, serta uang tunai dari kelimanya.

“Barang bukti uang tunai diamankan polisi saat penangkapan bukan hanya 400.000 bang, namun mencapai 1,4 juta. Dan uang tunai tersebut diambil polisi dari dalam tas dan saku celana TT, bukan dari tangan saya dan AN, tegas YT”.

Sebelum penangkapan, lanjut YT, uang tunai 1,4 juta tersebut baru diambil TT dari Bank untuk dikirimkan ke anaknya yang sedang berkuliah di Kota Medan. Jadi bila polisi menjadikan uang itu sebagai barang bukti pungli OTT, sangat tidak mungkin.

“Usai diamankan, kami langsung dibawa ke Polres Nias Selatan guna di introgasi penyidik. Disana kami ditanya, bahkan dituding telah melakukan dugaan praktek pungli. Namun saya, AN dan TT menjelaskan bahwa dugaan polisi salah dengan menceritakan kebenaran, kata YT”.

Diakhir penjelasan, YT menyebut polisi melakukan gelar perkara dengan mengecek transaksi pada ATM, dan buku tabungan mereka, begitu pula isi dokumen, dompet, serta handphone. Tetapi karena tidak menemukan bukti kuat ataupun indikasi pungli, maka kelimanya dibebaskan dan polisi mengembalikan barang bukti yang disita.

Sementara hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian Polres Nias Selatan terkait pembebasan terhadap AN (Camat), YT (Kades), TT (Kasek), dan dua orang lainnya. Dimana, kelima orang tersebut sempat terjaring OTT tim saber pungli Nias Selatan pada Kamis (20/04) lalu, atas dugaan praktek pungli.

Loading...