Tewasnya operator beko di Sungai Tiga Juhar, keluarga curiga dibunuh

234

STM HULU-M24 ||Jasad Hetben (52) ditemukan mengambang di Sungai Basema Desa Tanjung Timur, Kec STM Hulu, Deliserdang, Sabtu (2/6/2018) pagi. Petugas Polsek Tiga Juhar yang mendapat informasi langsung turun ke TKP dan mengevakuasi jasad korban.

Keterangan dihimpun M24, korban merupakan warga Gang Horas Desa Lantasan Baru, Kec Patumbak. Sehari-harinya dikenal sebagai operator alat berat (beko) di lahan Yayasan Pastor.

Sejak Kamis (31/5/2018), Hetben dikabarkan tidak pulang ke barak. Menurut rekan kerja korban, awalnya Hetben berniat pulang ke rumahnya di Patumbak. Namun rekan korban sempat meminta agar ia mengurungkan niat lantaran ketika itu sedang hujan deras. Sementara aliran Sungai Basema yang harus dilalui sedang meluap.

Sekira pukul 17:00 WIB, korban tetap berangkat dari baraknya. Sejak itulah korban hilang. Ditambah pihak keluarga mengabari rekan kerja korban. Disebutkan jika korban belum juga tiba di rumahnya.

Mendapat informasi tersebut rekan korban pun melakukan pencarian di sekitar proyek, termasuk di Sungai Basema yang memang merupakan jalur lintas dari dan keluar ke lokasi.

Nelson (40) karyawan dan Lukman (40) mandor di yayasan kebun sawit milik Pastor Sempat menemukan sepedamotor korban yang hanyut di sungai. Mereka pun menyusuri sungai. Sekira 500 meter, keduanya menemukan korban tewas terjepit di pepohonan dengan kondisi setengah bugil.

Kapolsek Tiga Juhar, AKP Ilham, yang dikonfirmasi M24, membenarkan temuan mayat Hitben. “Ya benar, korban ditemukan di Sungai Basema Desa Tanjung Timur. Jasad korban sudah kita visum di Puskesmas Tiga Juhar, untuk selanjutnya diotopsi di RSBayangkara Medan,” kata Ilham.

Sementara itu, suasana duka mewarnai kediaman korban di Gang Horas Pasar VII Patumbak. Isak tangis keluarga mewarnai suasana duka. Istri korban, Lincah boru Barus (50), tak menyangka jika suaminya begitu cepat meninggalkan mereka.

Sambil menangis, Lincah mencerita jika sebelum tewas, Hetben sempat pulang ke Patumbak pada Rabu (30/5). Korban cerita jika di tempat kerjannya sedang ada masalah. “Beko yang dibawanya pernah dihalangi warga setempat. Makanya saya sempat melarang dia untuk sementara tidak kembali bekerja. Kayak ada sengketa gitulan,” beber Lincah.

Saat pulang ke rumah, Hetben membawa bakso untuk keluarganya. “Dia juga bilang mau berangkat ke pesta tahunan di Desa Tanjung Timur Minggu ini. Tapi dia keburu meninggal, kenapa harus terjadi begini, oh Tuhan…” lirih Lincah.

Karena itulah, pihak keluarga curiga dengan kematian korban. Begitupun keluarga belum bisa memastikan karena hasil otopsi dari RS Bhayangkara belum keluar. Korban meninggalkan 4 orang anak, yakni 2 laki-laki dan 2 perempuan. (jasa)

Loading...