Tiga pembobol rumah mewah dan brankas ditembak

115

Ardi – Medan | Tiga pelaku spesialis pembobol rumah mewah dan brankas antarprovinsi ditembak petugas Satreskrim Polrestabes Medan. Dua orang teman mereka saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Sabtu (5/5) mengatakan, ketiga pelaku yang ditembak yakni Saipul Anwar alias Saipul (33) warga Jln Sukarukun, Kel Bagan, Kec Bagan Sinembah, Purnama alias Ipur (39) warga Kec Percut Sei Tuan dan Irvan alias Raul (24) warga Jln Pembinaan, Gg Mufakat, Lorong III, Desa Bandar Setia, Kel Tembung, Kec Percut Sei Tuan. Dua teman mereka yang buron masing-masing berinisial M dan H.

Tersangka Purnama alis Ipur merupakan residivis dalam kasus pencurian tahun 2013 dan keluar tahun 2015. Sementara tersangka M. Irvan alias Raul residivis pernah terlibat kasus narkoba tahun 2014 dan keluar tahun 2017.

Dari hasil interogasi, ketiganya sudah berulang kali melakukan pencurian. Adapun beberapa TKP para tersangka menjalankan aksinya yakni Jln T Amir Hamzah, Kec Medan Barat, Jln Jamin Ginting, Pancurbatu, Jln Brigjen Katamso (travel umroh), Jln Brigjen Katamso (travel Lion Air), Jln Medan-Tebing Tinggi Matapao Sergai, Jln Medan-Lubuk Pakam. Kemudian di Jln Rantau Prapat, Labuhan Batu. Lalu 3 kali beraksi di Pekanbaru, Riau, dan di Pematang Siantar.

Sebagai barang bukti petugas mengamankan 1 unit mobil Avanza warna hitam B 1026 PYG, 1 brankas, 7 BPKB, 7 ATM, 18 lembar bilyet giro Bank Danamon, selembar bilyet giro BNI, 20 bilyet giro BRI, 3 linggis, 1 gerenda dan 3 gembok dalam kondisi rusak.
Para tersangka diringkus setelah membobol kantor PT. NSC Finance, Jln T. Amir Hamzah, Kel Sei Agul, Kec Medan Barat, Kamis (26/4). Korban Juni Hartami menerangkan, mendapat laporan melalui handphone dari salah seorang saksi bahwa pintu kantor PT. NSC Finance, sudah terbuka. Setelah dicek, brankas kantor sudah hilang.

Brankas berisi uang tunai Rp1.144.000, 3 BPKB, selembar ATM BCA, 4 giro dan dokumen dokumen penting lainnya. Perampokan ini dilaporkan ke Polrestabes Medan. Menindaklanjuti laporan korban, di bawah pimpinan Kanit Pidum Polrestabes Medan, AKP Rafles Marpaung, bergegas melakukan penyelidikan. Selanjutnya, Kamis (26/4) petugas mendapat informasi malam itu bakal ada pencurian brankas. Namun, tidak diketahui posisi tepatnya. Petugas melakukan penyelidikan mencari keberadaan para tersangka.

Esok harinya, Jumat (27/4) sekira pukul 11.00 wib, petugas Unit Pidum dihubungi oleh Personil Unit Tipidter Sat Reskrim Polrestabes Medan bahwa di daerah perkebunan Pasar X Desa Saentis, Percut Sei Tuan, ada sebuah mobil Toyota Avanza hitam yang mencurigakan sedang berhenti. Petugas menuju ke TKP tepatnya di Jln Sopoyono Pasar X Dusun 18, Desa Saentis.

Ketiga tersangka didapati sedang menambal ban mobil sembari menunggu 2 orang temannya yang kini DPO. Dari mereka diamankan sebuah brankas berisi BPKB dan dokumen penting di dalam mobil Avanza B 1026 PYG yang mereka kendarai.

Saat petugas melakukan pengembangan untuk mencari dua tersangka lainnya, para tersangka melawan dan berusaha melarikan diri. Petugas memberi tembakan peringatan, tetapi tidak dihiraukan. Petugas memutuskan menembak kaki para tersangka.

“Kita masih memburu 2 pelaku lainnya. Kita ingatkan agar kedua pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri sebelum kita mengambil tindakan tegas,” ujar Putu Yudha.

Loading...