Tinggalkan Rp3 M, Mujianto Tinggalkan Kejatisu

MEDAN-M24 | Polda Sumut telah menyerahkan tersangka kasus penipuan penggelapan senilai Rp3 miliar, Mujianto ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (26/7).

“Selain Mujianto, tersangka lainnya yang merupakan staf Mujianto, Rosihan Anwar juga ikut dilimpahkan. Sudah dilimpahkan. Keduanya tadi siang kita limpahkan ke Kejatisu,” ucap Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian kepada wartawan, Kamis (26/7).

Penyerahan dua tersangka kasus penipuan penggelapan itu dibenarkan Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian. Namun, sekitar tujuh jam berselang, Mujianto dan Rosihan Anwar justru meninggalkan kantor Kejatisu.

Loading...

Selain keduanya kooperatif, kondisi kesehatan Mujianto berdasarkan surat medis dari RS Moon Elisabeth Singapura, menjadi alasan tidak dilakukannya penahanan terhadap pengusaha property tersebut.

“Pertimbangan lainnya, pihak Mujianto juga menyerahkan uang jaminan senilai 3 miliar rupiah serta adanya jaminan dari pihak keluarga. Hal yang sama juga kepada Rosihan Anwar,” kata Sumanggar.

Pun begitu, lanjut Sumanggar, jika berkas penelitian keduanya sudah lengkap, pihak penuntut umum segera menyusun dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Sementara itu, pantauan metro 24, tersangka Mujianto dibawa penyidik Polda Sumut menaiki mobil Toyota Alpard menuju kantor Kejatisu Jln AH Nasution, Medan. Tampak tulisan serious crime di belakang baju yang dikenakan. Usai menjalani serangkaian pemeriksaan di ruang penyidik, sekitar pukul 16:00 WIB, Mujianto meninggalkan kantor Kejatisu.

Perlu diketahui, Mujianto dilaporkan oleh Armen Lubis (60) pada 28 April 2017 dengan bukti laporan No: STTLP/509/IV/2017 SPKT “II”. Dalam kasus yang sama, Armen juga melaporkan Rosihan Anwar, staf Mujianto karena telah dirugikan sekitar Rp3 miliar. Korban dan tersangka melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare atau setara 28.905 meter kubik pada 2014. Lahan itu berada di Kampung Salam, Belawan II, Medan Belawan.

Namun setelah lahan selesai ditimbun, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar penimbunan tersebut. Kasus ini kemudian bergulir, sehingga Mujianto dan Rosihan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017.

Sebelum ditangkap aparat kepolisian Cengkareng, DPO Polda Sumut kasus penipuan penggelapan, Mujianto, sempat bersembunyi di tiga negara besar Asean (Malaysia, Singapura dan Thailand). (ahmad/ansah/tiopan)

Loading...