TKP Kampung PP Jermal 15,Tangan Nyaris Putus Dibacok Penjaga Malam

27

Korban di Polsek dengan tangan masih diperban

Niat Desaman Kristian Zendrato membeli makanan berujung petaka. Tangannya nyaris putus dibacok petugas jaga malam di kawasan rumahnya. Pelakunya dikenal sebagai anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP).

Percut-M24 | Dalam kondisi berlumur darah, Desaman Kristian Zendrato (29) dilarikan orangtuanya ke Klinik Hamida di kawasan Jln Letda Sujono, Kec Medan Tembung. Selanjutnya, ia melaporkan pembacokan yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (12/9) sekitar pukul 16:00 WIB.

Seperti dituturkan kepada metro24, peristiwa itu berawal Desaman Kristian Zendrato hendak membeli makanan, Selasa (11/9) sekitar pukul 23:30 WIB. Ia pun memacu kreta Mio J keluar dari komplek kediamannya di lahan garapan Jln Jermal 15, Dusun Manunggal 2, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang.

Setiba di Pos Pemuda Pancasila (PP) yang dipasangi portal, kretanya dihentikan petugas jaga malam. “Awalnya dia (pelaku) nanya saya mau ke mana. Setelah saya jawab mau keluar membeli makanan, kunci kreta saya dicabut hingga mesin kreta saya mati,” cerita korban mengawali kronologis penganiayaan yang dialaminya.

Korban merasa tak tenang. Namun, dia tak berani bersikap keras lantaran di pos terlihat tiga teman pelaku sedang berkumpul. Korban pun mencoba meminta kembali kunci kendaraannya agar bisa membeli makanan. Ternyata hal itu membuat pelaku emosi. Apalagi korban menolak saat disuruh kembali ke rumahnya.

Tanpa banyak tanya, pelaku langsung mengayunkan parang yang dipegangnya ke kepala korban. “Aku refleks menangkis pakai tanganku sewaktu dibacoknya, Bang,” aku korban.
Akibat itu, lengan korban nyaris putus dihantam parang. Darah mengucur deras dari pergelangan tangan korban yang menggelupur kesakitan. Bukannya menolong, pelaku malah meninggalkan korban dan berlari ke dalam pos. Sembari menahan sakit, korban berjalan kaki ke rumah abangnya. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke keluarganya.
Karena darah terus mengalir, korban pun dilarikan ke Klinik Hamida di kawasan Jln Letda Sujono, Medan Tembung. “Saya sempat lari kejar pelakunya ke arah pos mereka, tapi sudah gak kelihatan. Lalu saya berusaha pulang ke rumah,” ungkap korban sembari menunjukkan bekas luka bacokan di lengannya yang sudah dibalut perban dan mendapat 16 jahitan.

“Pelakunya biasa dipanggil Kabul. Umurnya kira-kira 25 tahun. Dia orang situ juga dan anggota PP di situ,” pungkas korban usai mengambil rujukan visum dari RS Haji Medan.
Yanto Gea (29) yang turut menemani korban berharap agar kasus yang menimpa temannya dapat segera diproses oleh Polsek Percut Sei Tuan dan pelakunya bisa ditangkap.

“Semoga pelakunya cepat ditangkap agar masyarakat di Kampung PP lahan garapan itu bisa tenang dan tak takut adanya warga yang berlaku sadis dan bersifat preman,” ujar Yanto.

Yanto pun mengungkap, kampung di lahan eks perkebunan PTPN 2 itu dikenal dengan nama Kampung PP karena memang dikembangkan oleh sekelompok orang yang berasal dari Ormas PP. Hingga saat ini, pengamanan di kampung tersebut juga dikendalikan orang-orang dari Ormas PP.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol aidir Zikri SH SIK yang dikomfirmasi berjanji menindaklanjuti laporan korban dengan nomor: STTLP/1832/IX/2018/SPKT Percut tersebut. “Akan kita tindaklanjuti. Kami akan tindak sesuai mekanisme hukum yang ada. Namun kita tunggu hasil pemeriksaannya, termasuk saksi korban. Jika terbukti, pelaku kita tangkap,” tegas Kapolsek Percut. (irwan)

Loading...