Tolak Beri Rp300 Ribu, Pelaksana Proyek Opname Dikeroyok PS

Kondisi korban di rumah sakit

PERCUT-M24 | Lantaran tak mau memberi uang Rp300 ribu kepada pemuda setempat (PS), Rockifeler Manurung (44) dikeroyok. Tiga orang pelaku pengeroyokan kemudian ditangkap petugas kepolisian.

Penangkapan dilakukan setelah pihak kontraktor mengadu ke Polda Sumut, Kamis (4/10) kemarin. Padahal selepas pengeroyokan terjadi, Rabu (3/10), korban telah melapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Laporan dibuat ke Polda Sumut karena pihak kontraktor menganggap pengaduan mereka lamban diproses di Polsek Percut Sei Tuan.
Adapun tiga pelaku yang diciduk yakni Bobi, Devi dan Ridho. Mereka diringkus dari rumah masing-masing di Dusun 3 Desa Sei Rotan, Kec Percut Sei Tuan, Sabtu (6/10) sekira pukul 03.30 WIB.

Dituturkan Rizki, teman korban, korban bertugas sebagai pelaksana proyek penahan parit di Jln Medan-Batang Kuis, Dusun 3, Desa Sei Rotan, Kec Percut Sei Tuan. Lalu didatangi Tomi dan ketiga pelaku.
Tomi Ccs meminta uang Rp300 ribu kepada korban dengan alasan uang PS. Karena tidak memiliki uang, korban tak bisa menuruti permintaan itu. Akhirnya Tomi Cs mengganggu para pekerja proyek tersebut hingga pengerjaan terhenti.

Loading...

Korban mendatangi Tomi Cs yang berada di seberang proyek dikerjakan. Tomi Cs meminta agar pekerja proyek tersebut dari PS dan minta dibayar setiap minggu sebesar Rp300 ribu.
Permintaan itu tidak disanggupi korban. Tomi Cs memukuli korban hingga mengalami luka di wajah sebelah kanan, kepala dan kuping kiri mengalami robek hingga mendapatkan 18 jahitan.
“Untung ada anggota Koramil yang mengetahui itu. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan dan kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Percut,” kata Rizki.
Rizki berharap agar Tomi selaku otak pelaku penganiayaan, bisa segera diringkus. “Kalau korban masih dirawat di rumah sakit,” tuturnya.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri kepada M24 ketika dikonfirmasi menjelaskan Tomi telah masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO). (irwan)

Loading...