Tragedi rumah tangga di Langkat, istri dua kali gantung diri

89

Rudi-Pangkalansusu | Mengetahui suaminya pacaran lagi, Mariani alias Ani (42) pun bertindak nekat. Ibu tiga anak ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah dua kali gantung diri di rumahnya.

Hati wanita mana pun pasti hancur mengetahui cintanya dikhianati. Demikian halnya dengan Mariani alias Ani (42). Ia pun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya.

Peristiwa ini terjadi di Dusun VI, Sei Buluh, Desa Pulau Kampai, Kec Pangkalansusu, Kab Langkat. Di rumah berdinding papan itu, Ani tinggal bersama suaminya Ridwan (41) dan ketiga anaknya, Bayu (13), Igun (11) dan Nisa yang berusia bawah lima tahun (balita).

Selama 14 tahun membangun bahtera rumah tangga, tak ada permasalahan yang berarti. Ani selalu menerima keberadaan Ridwan yang hanya bekerja serabutan. Hingga Jumat (9/3). Ani mengetahui jika suaminya pacaran dengan wanita lain.

“Memang kami sempat cekcok mulut meskipun sebentar. Aku minta maaf sama istriku dan dia memaafkan aku. Lalu kami kembali bercanda-canda,” ucap Ridwan kepada M24, Senin (12/3) petang.

Tak hanya bercanda, kenang Ridwan, beberapa saat berselang, Ani mengajaknya mandi sama. Selanjutnya mereka pun beristirahat. Saat di pembaringan, Ani bersikap tak seperti biasanya. Ridwan dipeluk hingga tertidur. “Ia pun sempat meminta maaf kepadaku. Begitu juga dengan aku,” tutur Ridwan sembari meneteskan air mata.

Perubahan sikap Ani di malam itu ternyata membuat Ridwan khawatir. Tak sedetikpun wanita yang telah memberinya tiga anak itu dibiarkan lepas dari pandangan. Namun, ia juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya. Minggu (11/3) ia mendapat pekerjaan dan harus meninggalkan sang istri.

Meski lokasi kerja hanya sejauh 300 meter dari kediamannya, Ridwan tetap khawatir. Ia pun berpesan kepada kedua anaknya untuk terus memperhatikan sang ibu. “Nak, lihat ibu kalian ya. Takut nanti kalau ada apa-apa dengan ibu kalian,” pesan Ridwan kepada Bayu dan Igun sebelum berangkat kerja.

Benar saja. Sejak mengetahui suaminya pacaran, hati Ani hancur. Ajakan mandi sama dan permintaan maaf sebelum tidur ternyata hanya untuk menutupi perasaannya. Ani bahkan seperti mencari waktu yang tepat untuk meledak.

Seperti dituturkan Bayu, setelah ayahnya berangkat kerja, sekitar pukul 12:30 WIB, sang ibu memanggil adiknya, Igun ke kamar. Ani meminta anak keduanya itu mengambilkan tali. “Ibu bilang mau buat ayunan untuk menidurkan adiku yang paling kecil, Nisa,” beber Bayu kepada petugas di Polsek Pangkalansusu.

Setelah menyerahkan tali rafia warna hijau, lanjutnya, Igun keluar kamar. Sesuai pesan ayahnya, tak lama berselang Igun kembali ke kamar ibunya. Ia pun terkejut. Ibunya sudah tergantung di kayu atas kamar dengan leher terlilit tali rafia yang baru diserahkannya. Igun sontak berlari keluar kamar sembari berteriak minta tolong.

Bayu dan tetangganya, Nurhayati yang mendengar teriakan langsung berlari ke kamar ibunya. Nurhayati langsung menahan tubuh Ani sementara Bayu mengambil pisau cutter dan memotong tali yang melilit leher ibunya. Selanjutnya Ani yang masih bernafas dibaringkan di tempat tidurnya.

Mendapati Ani selamat, para tetangga pun keluar. Kemudian, Ani meminta Bayu memanggil ayahnya. Saat itu juga Bayu menyalakan kreta (sepedamotor) menjemput Ridwan di rumah kawannya yang berjarak 300 meter dan membawanya kembali.

Setiba di rumah, Ridwan diberitahu anak keduanya, jika Ani berada di kamar. Namun, ketika tiba di depan kamar mereka, Ridwan melihat istrinya kembali tergantung. “Itu keduakalinya ibu gantung diri. Paling aku pergi sekitar 15 menit lamanya. Kami pun menurunkan ibuku serta memanggil warga untuk minta pertolongan,” jelasnya.

Dibantu warga tetangga, sekitar pukul 14:00 WIB, dengan menggunakan mobil pick up, Ani dilarikan ke Puskesmas di Pematang Jaya. Saat diperiksa, tim medis mendapati tensi dan pernafasan korban yang sangat rendah. Korban pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kuala Simpang untuk perawatan intensif.

Hanya saja, Tuhan berkata lain. Minggu (12/3) sekitar pukul 06:00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Oleh keluarga, jenazah korban dibawa ke rumah keluarga di kawasan Gebang, Kab Langkat untuk dikebumikan.

Terpisah, Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin SIK MH yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP Arnold Hasibuan mengatakan telah menerima informasi peristiwa bunuh diri tersebut.

“Dari laporan Kanit Reskrim Polsek Pangkalansusu, Ipda Wanda, mereka mendapat informasi dari rumah sakit terkait peristiwa tersebut. Diduga suaminya ketahuan punya wanita idaman lain (WIL). Korban lalu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri sebanyak dua kali. Saat petugas tiba di rumah duka, jenazah korban sudah dikebumikan,” jelas Arnold Hasibuan.

Loading...