Ucok Kodok terancam 7 tahun penjara

92

Zia-Sipirok | FS alias Ucok Kodok bakal relatif lama mendekam di balik jeruji. Pimpinan salah satu organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) Padangsidimpuan itu terancam 7 tahun penjara. Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menjeratnya dengan Pasal 160/170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kita kenakan pasal berlapis, yaitu 160/170 KUHP. Dalam waktu dekat, kita akan melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapsel,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa kepada wartawan di Mapolres Tapsel Jln SM Raja, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Jumat (4/5).

Dijelaskannya, Kepolisian menjerat Pasal 160/167 terhadap tersangka Ucok Kodok, karena tindakan menghasut orang atau kelompok, untuk melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

“Pasal 160 KUHP yakni menghasut orang atau kelompok, sedangkan Pasal 170 KUHP, melakukan tindakan kekerasan terhadap orang atau barang. Sehingga, dia kami ganjar pasal berlapis dengan ancaman kurungan 7 tahun,” tegas Ismawansa.

Menurut Ismawansa, Ucok Kodok diduga telah menghasut anggota OKP-nya dan ikut melakukan perusakan serta penganiayaan terhadap pekerjan kebun yang korbannya perempuan.

“Yang dirusaknya itu bangunan milik perusahaan perkebunan, sedang yang dianiaya karyawannya. Artinya, unsur-unsur pasal berlapis sudah ada dalam kasus itu,” ungkap Ismawansa.

Ditambahkan Ismawansah, pihaknya juga sudah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap sejumlah pelaku lain diduga jaringan Ucok Kodok yang masih melarikan diri.

“Mereka sudah melarikan diri, tapi kami sudah mengeluarkan DPO-nya. Untuk itu kita minta kepada anggota Ucok Kodok yang melarikan diri agar segera menyerah, sehingga proses hukum terhadap pimpinan mereka berjalan lancar. Kalau mereka tak menyerahkan diri akan berpengaruh terhadap proses hukum Ucok Kodok,” tandasnya.

Ismawansa kembali menegaskan, pihaknya segera melimpah kasus ini ke Kejari Tapsel, sehingga proses hukumnya bisa cepat tuntas. “Polres Tapsel akan melakukan tindakan hukum bagi siapa saja pelanggar hukum tanpa pandang bulu,” tugasnya.

Tak lupa Ismawansah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Tapsel yang sudah mendukung tindakan Kepolisian saat berlangsungnya penangkapan Usok Kodok. “Kami meminta doa agar proses hukumnya tidak ada kendala,” pungkasnya.

Loading...