Usai Setubuhi Pacarnya, Leher Dijerat dan Mayatnya Diseret ke Sungai

214
Teks Foto; Tersangka yang diapit petugas Satreskrim Polres Batubara, Jumat (13/1).(hari)
Teks Foto; Tersangka yang diapit petugas Satreskrim Polres Batubara, Jumat (13/1).(hari)

BATUBARA|Satreskrim Polres Batubara berhasil mengungkap kasus pembunuhan Sugiarti Tiara Putri (19) warga Desa Paya Lombang, Kec.Tebing Tinggi yang mayatnya ditemukan mengapung dipinggir sungai Tanjung, Desa Kuala Indah, Kec Sei Suka, Kab Batubara 17 Desember 2016 itu.

Korban diduga kuat dihabisi pelaku MFQ (20) warga Bani Hasim, Gg Haji Sopiah, Lk.I, Kel.Tebing Tinggi, Kec.Padang Hilir yang tak lain adalah pacarny sendiri yang ketakutan dimintai pertanggungjawabannya tersebut.

Kapolres Batubara AKBP Dedi Indrianto Sik, melalui Kasat Reskrim AKP Ramadhani SH, dalam pers relies Jumat (13/1/2017) menjelaskan, terungkapnya kasus itu berkat informasi dari masyarakat, pengembangan penyelidikan serta keterangan dari 7 orang saksi. Dan tersangka ditangkap pada Kamis (12/1/2017) saat akan wajib lapor di Mapolsek Indrapura, Kab.Batubara itu tadinya.

Menurut Kasat, motif pembunuhan ini karena korban yang merupakan pacar tersangka meminta pertanggungjawaban, dimana hubungan keduanya yang sudah berjalan sekitar 4 bulan berakibat korban hamil dua bulan itu.

“Pembunuhan berencana itu diduga kuat dilakukan tersangka Kamis 15 Desember 2016 dengan cara mengajak korban ke lokasi pantai itu. Tersangka mengikat leher korban dengan tali yang sengaja dibawanya hingga korban tewas, kemudian menyeretnya ke pinggir sungai serta mengikatkan batu bekas bangunan sebagai pemberat, lalu mendorong korban ke sungai. Mayat korban ditemukan setelah dua hari aksi dilakukan tersangka Sabtu (17/12) lalu sekitar pukul 13.00 WIB,” jelas Kasat.

Dalam kasus ini petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 2 unit handphone milik korban, pakaian korban serta 1 unit sepedamotor Yamaha Seul BK 4604 IT tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban. Sementara saat dikonfirmasi awak media diruang tahanan Satreskrim, tersangka tidak banyak berkomentar. Dia membenarkan hubungan asmaranya dengan korban bahkan mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali itu. “Tiga kali”, jawabnya singkat.

Akibat perbuatannya tersangka kini diinapkan diruang tahanan dan terhadapnya dapat dipersangkakan melanggar pasal 338 jo pasal 340 KUH Piadana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Kapolres Batubara diwakili Kabag Ops Kompol M Silaen mengapresiasi jajaran Satreskrim yang telah bekerja ektra menangkap kasus tersebut. “Ini prestasi baik Satreskrim, dalam waktu tidak sampai sebulan mampu mengungkap kasus pembunuhan mayat yang semula tidak diketahui identitasnya itu,” ucap Silaen. (hari)

Loading...