Wakil Ketua OKP Pucat Ditodong Belati

PERCUT-M24 | Darah Yamison Hulo (42) berdesir dan mukanya memutih ketika sebilah badik menghunus ke arahnya. Dia pakai gigi atrek, lalu mundur dan memilih membuat laporan ke polisi, Kamis (26/7) pagi.

Kalau saja dia tak mundur, mungkin Wakil Ketua Ranting salah satu OKP di Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan ini bakal lewat. Dengan tergopoh-gopoh warga Jln Teratai, Dusun 3 Selambo, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan ini melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Cerita yang didapat dari Hulo, pagi itu dia berjalan menuju jembatan parit yang baru selesai dikerjakan warga. Pembangunan itu sendiri menggunakan anggaran bantuan dari para donatur.

Loading...

Ketika melintas, dia dipanggil Amat Bakso. Hulo lalu menyinggahi tetangganya itu. Amat bertanya ke Hulo soal kebenaran mengenai adanya bantuan dana desa pembangunan jembatan parit tersebut yang diberikan kepada Sulkan, selaku Ketua Ranting OKP di Desa Amplas. “Saya bilang tidak ada mengenai bantuan Rp14 juta dari desa untuk pembangunan jembatan parit, yang ada sumbangan dari berbagai donatur,” katanya.

Penasaran, Hulo lalu bertanya perihal asal informasi yang diterima Amat itu. Tetanggany itu memilih dan tak menjawab. “Tak berapa lama, si Ando datang ke tempat kami dan ikut membicarakan hal uang Rp14 juta itu,” jelasnya.

Kepada Ando, Hulo kembali menjelaskan bahwanya ketuanya tidak ada menerima uang Rp14 juta seperti yang disebutkan. Entah kek mana, Ando bangkit dari duduknya, dia menyabut belati yang terselip dari pinggangnya. Sejurus kemudian, dia menghunuskan belati itu ke Hulo. “Heran juga aku, kenapa dia datang sudah langsung membawa pisau lalu ingin menusuk aku, hanya ketika aku katakan bahwa uang Rp14 juta itu tidak benar,” ungkapnya saat di Polsek Percut.

Merasa terancam, Hulo mencoba mundur hingga pertikaian keduanya dilerai warga. “Sempat dibilangnya aku banyak bicara dan mengancam dengan kalimat akan kumatikan kau,” tuturnya.

Karena kesal dengan perlakuan Ando, Hulo pun melapor agar pelaku tidak semena-mena. “Biar tidak seenaknya enaknya dia (Pelaku) dan belati itu terkesan sudah dipersiapkan dari awal, buktinya bisa ada belati di pinggangnya, pasti uda direncanakan,” bebernya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri kepada M24 mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal itu. “Mungkin masih di SPKT,” katanya. (irwan)

Loading...