Aimakjang! Sumut Darurat Cabai Pukul Daya Beli Masyarakat

154

M24.CO|MEDAN

Sumut darurat cabai. Dari sejumlah pedagang yang kita pantau, ada beberapa pedagang yang hanya menjual bawang, tomat, wortel dan sayuran. Sementara jika ditanya cabai, mereka bilang cabai tidak ada. Ini yang membuat harga cabai merah pada hari ini (31/10) melambung hingga ke level Rp85.000 per Kg. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO, hari ini.

“Harga tersebut yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional. Jika harga di tingkat pedagang pengecer atau kedai sampah, bukan tidak menutup kemungkinan cabai merah dijual mendekati Rp.100.000 per Kg. Kenaikan harga cabai ini yang sudah berlangsung hampir 2 bulan sangat memukul daya beli masyarakat kita,” katanya.

Dia menjelaskan suplai cabai terusmengalami penurunan. Cabai dari Berastagi menipis, sejumlah pedagang juga mengeluhkan jikalau pun mereka mendapatkan barang, jumlahnya tidak banyak. Biasanya suplai cabai dari Aceh, Siantar, maupun Batubara mampu menjadi penyuplai barang saat persediaan di Berastagi menipis.

“Namun saat ini, kondisinya justru lain. Intensitas hujan yang tinggi di dataran rendah juga mengakibatkan produktifitas cabai menurun. Ditambah lagi jalur distribusi mengalami gangguan yang cukup berat,” paparnya.

Dia menegaskan dengan mengacu kepada tren pergerakan harga, maka cabai masih akan menjadi komoditas penyumbang inflasi di bulan Oktober. Ini akan menjadi kabar buruk bagi masyarakat Sumut. Kita seakan tidak berdaya berhadapan dengan cuaca yang buruk saat ini. Cabai melambung harganya dengan sangat tajam dan terus berfluktuasi dengan sangat liar.

“Cabai menjadi barang langka yang harganya mashal saat ini. Persediaan cabai yang sangat sedikit saat ini juga akan diperebutkan oleh konsumen di wilayah lain. Khususnya Riau. Ini akan memperburuk harga cabai nantinya. Kita semua khususnya pemerintah harus belajar dari harga cabai saat ini,” uangkapnya.

Dia menambahkan jangan sampai kita masuk kedalam jurang yang sama layaknya keledai. Kenaikan harga cabai ini sudah tidak rasional dan memicu pengaluaran yang besar di rumah tangga. Maklum cabai ini merupakan komoditas yang banyak dikonsumsi di wilayah Sumut.[winsah]

Loading...