Apindo Sumut: Harga Gas di Sumut Tak Terkendali

190

M24.CO|MEDAN

Pengusaha menganalisis bahwa tingginya harga gas industri saat ini disebabkan dua pihak pengelola gas bumi menaikan harga. Selain itu, adanya pembiaran oleh pemerintah saat dua pihak pengelola itu menaikan harga gas.

“Seperti diketahui, gas dari Pertamina EP di Pangkalansusu sudah lebih 20 tahun. Recovery cost-nya dulu paling lebih kurang US$ 1 per mmbtu. Kenapa bisa naik naik terus harganya,” kata Wakil Ketua Apindo Sumut Johan Brien kepada wartawan baru-baru ini.

Dia juga mengatakan, harga tinggi saat ini disebabkan PT PGN terus naikan harga ke industri dan Pertamina (Pertamina EP dan Pertagas) tidak mau terima kenaikan sepihak oleh PGN. Sehingga harga gas terus naik tidak terkendali tanpa kontrol pemerintah sama sekali.

“Kalau recovery cost balik ke angka yang lama, maka pasti harga gas sumut tidak tertinggi di dunia. Waktu gas Arun masuk maka harga gas asal Pertamina EP juga dinaikkan PGN sepihak dari US$ 8, 7 per mmbtu naik jadi US$ 14 per mmbtu. Alasan PGN bahwa gas Pangkalan Susu dan Benggala akhir 2015 habis decline dan ternyata sampai sekarang tetap ada gasnya. Tapi Dirjen Migas tutup mata saja,” ujarnya.

Dia menjelaskan, harusnya pemerintah menghitung kembali kewajaran kenaikan harga gas industri sumut sejak Agustus 2015. Dan merestitusi kelebihan bayar industri. Belum lagi surcharge yang dibayar 150% dari harga normal atas kelebihan pemakaian gas dari kontrak.[mbc]

Loading...