Bantuan Raskin Tahun Ini Tidak Akan Melebihi dari Harga Rp.1.600

43

HARI-BATUBARA|Bantuan beras Raskin yang diperuntukan Pemerintah Pusat bagi masyarakat kurang mampu ditahun ini, dikatakan Kepala Desa (Kades) Simpang Dolok, Kec.Limapuluh, Kabupaten Batubara, pihaknya tidak akan mau melebihi dari harga yang sudah ditentukan yaitu Rp.1.600, walaupun bagi tenaga bongkar muat dan juru timbang nantinya juga perlu di upah dari kerja keringat yang dilakukannya.

Kades Simpang Dolok, Yusnan, Minggu (30/4/2017), saat ditemui M24.co diruang kerjanya menjelaskan, bantuan Raskin bagi warga Simpang Dolok ditahun 2016 lalu berjumlah 206 orang, dan ditahun 2017 ini jumlah tersebut mengalami penurunan menjadi 185 orang. Karena menurut Yusnan, bahwa tarap perekonomian warganya setelah melalui pendataan yang menyeluruh itu mulai mengalami perkembangan (perbaikan) sehingga mengalami penurunan yang cukup baik.

Diungkapkan Kades kembali, ditahun 2016 yang lalu pihaknya sempat mendapatkan jatah Raskin hannya separuh dari jumlah kuota yang sudah didaftarkannya itu bagi Pemerintah.

“Pernah kami mendapatkan jatah Raskin hannya separoh dari jumlah kuota yang sudah kami daftarkan. Namun walaupun begitu tetap saja saya sebagai Kades yang harus membuat kebijakan agar beras Raskin yang kami terima itu bisa kami bagikan secara merata. Dan bukan hanya itu, upah keringat bagi para pekerja bongkar muat dan juru timbang juga perlu kami pikirkan, walaupun itu tidak diperkenankan untuk menaikkan harga yang sudah ditentukan”, ungkap Yusnan.

Dengan pendataan yang dilakukan secara meraton untuk mengetahui jumlah warga yang kurang mampu dalam penerima bantuan beras Raskin di tahun 2017 ini, Yusnan juga membenarkan bahwa pihaknya ditahun ini mendata sebanyak 185 orang warga yang nantinya bakal mendapat jatah Raskin seberat 15 Kg/orang dan seharga Rp.1.600/Kg nya itu.

“Syukur Alhamdulillah ditahun ini jumlah penerima Raskin semangkin membaik menjadi 185 orang, tapi walaupun begitu, bantuan Raskin tahun Ini itu tetap tidak saya perbolehkan melebihi dari harga Rp.1.600 yang sudah ditentukan. Tujuannya ialah kami ingin menjalankan program sebagaimana mestinya agar tidak ada fitnah maupun kecurigaan bagi warga kami khususnya”, ucap Kades yang sebenarnya masih bingung akan situasi para pekerja bongkar muat dan juru timbang nantinya yang juga bakal memerlukan upah bagi keringat mereka.

Loading...