Bawang Putih Cina Kuasa Pasar Tradisional Medan Harganya Tembus Rp46 Ribu/Kg

34

RIVAN-MEDAN|Akibat stok pasokan bawang putih di Medan menipis, memicu lonjakan harga yang pesat di pasar-pasar tradisional Medan. Oleh karena itu para pedagang terpaksa menjual bawang putih yang diimpor dari Cina untuk mencukupi permintaan konsumen.

Berdasarkan pantauan m24.co, Jumat (28/4/2017) di Pasar Petisah Medan dan di Pasar Pringgan Medan, bawang putih dijual berkisar Rp45 ribu-46 ribu perkg. Padahal sebelumnya bawang putih dijual berkisar Rp30 ribu perkg.

“Mahal kali sekarang bawang putih. Kalau pun ada, itu bawang dari Cina. Bawang lokal, setahu saya nggak ada lagi masuk,” kata pedagang Pasar Petisah Medan, Lastiur

Lastiur mengaku kenaikan harga pada bawang putih sudah terjadi sepekan terakhir. Pasalnya hasil produksi lokal tidak bisa mencukupi kebutuhan di sekitar Medan. Kondisi ini menyebabkan pasokan bawang putih yang diterima pedagang juga menipis.

“Sudah seminggu ini stok sedikit dari distributor. Memang ada pasokan dari Cina, tapi barangnya juga tidak banyak ku lihat. Makanya harga bawang putih di mana-mana juga naik,” urainya.

Penuturan sama juga diungkapkan Tito pedagang Pasar Pringgan Medan. Menurutnya bawang putih melonjak tajam lantaran pasokan bawang lokal menipis. Meski mengalami kenaikan harga, namun permintaan bawang putih tetap tinggi.

“Yang jelas, pasokan bawang putih berkurang. Saya juga kurang tahu kenapa bawang lokal jarang masuk.  Sekarang bawang putih saya jual Rp45 ribu perkg. Tapi kalau pasokannya sedikit, bisa makin tinggi harga bawang putih,” jelasnya.

Meski harga bawang putih melonjak tajam, namun berbeda dengan komoditas lainnya yang malah mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah dijual berkisar Rp12-13 ribu perkg dari biasanya Rp20 ribu perkg, cabai hijau dijual Rp8 ribu perkg dari sebelumnya Rp12 ribu perkg, cabai rawit dijual Rp15 ribu perkg.

Loading...