Berkontribusi terhadap PAD, Pedagang Kecil Harus Dilindungi & Ditata

Ilustrasi

MEDAN-M24 | Pedagang kecil harusnya dilindungi, ditata dan diberdayakan. Sebab, keberadaan pedagang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan.

“PKL (pedagang kaki lima) merupakan potensi yang sangat besar dan memiliki peran yang strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Terkait hal itu, kami sangat sependapat untuk pembentukan Perda,” ujar anggota Fraksi Demokrat DPRD Medan Hendrik H Sitompul pada pandangan fraksinya terhadap penjelasan pengusul atas ranperda kota Medan tentang perlindungan pedagang kecil kota Medan dalam rapat paripurna dewan, Senin (8/10).

Disampaikan Hendrik, Pemko Medan kiranya dapat melindungi pedagang kecil dari segala tindakan yang kurang manusiawi. Namun perlu dilakukan penataan dan pembinaan yang diatur dalam sebuah Perda.

Loading...

Dalam hal itu, Pemko Medan harus rutin melakukan sosialisasi penataan PKL demi ketertiban kota tanpa mengesampingkan peningkatan kesejahteraan para pedagang itu sendiri. Hendrik juga menyampaikan, agar semua pihak khususnya Pemko Medan dapat memahami dan menyikapi persoalan pedagang kecil.

Sebab, dengan melakukan penataan bukanlah hal mudah, tetapi akan menghadapi berbagai masalah dengan penanganan yang kompleks. Untuk itu, Pemko Medan supaya mempersiapkan ruang yang ditetapkan peruntukannya bagi pedagang kecil. “Maka diharapkan ada skala prioritas saat penataan dan pembinaan nantinya,” sebutnya.

Dia menambahkan, Fraksi Demokrat tidak sependapat jika Pemko melakukan pembiaran kepada siapa saja termasuk pedagang jika berjualan di badan jalan. Namun, Pemko dituntut harus menata dan mengakomodir persoalan pedagang. Diharapkan, para pedagang kecil juga harus taat aturan dan turut bertanggung jawab dalam memelihara ketertiban, kebersihan dan keindahan kota. “Kehadiran Perda perlindungan pedagang kecil sangat sependapat. Karena melalui Perda akan memiliki pedoman sekaligus payung hukum dalam melakukan pengaturan, penataan, pembinaan dan pemberdayaan,” tandasnya. (bar)

Loading...