Cabai Merah Picu Inflasi Sumut

142

M24.CO|MEDAN
Naiknya harga cabai merah dan sebagai andil utama di empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) menyebabkan inflasi September di Sumatera Utara capai 1,22 persen, lebih tinggi dibanding nasional 0,22 persen.

Empat kota IHK juga inflasi yakni Sibolga 1,85 persen, Pematangsiantar 0,83 persen, Medan 1,32 persen dan Padangsidempuan 0.83 persen.

Kabid Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Bismark S Pardamean Sitinjak mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Senin (3/10).

Dia menyebut kenaikan cabai merah ternyata sebagai pemicu utama di empat kota IHK, disusul kenaikan ikan dencis, kentang, rokok kretek filter, rokok putih, ikan gembung dan rokok putih. Di Sibolga komoditi teter, jeruk, teri, beras juga memicu inflasi.

“Yang mengalami penurunan di empat kota IHK hanya daging ayam ras,” katanya.

Menurutnya, inflasi September di Sumut lebih tinggi dibanding nasional 0,22 persen. Begitu juga inflasi kumulatif di Sumut (Januari-September 2016) sebesar 4,24 persen, sedangkan nasional 1,97 persen.

Dia menjelaskan terjadinya inflasi pada September 2016 di Medan sebesar 1,32 persen, utamanya karena kenaikan kelompok bahan pangan 1,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi selama September 2016 di Medan antara lain Cabai merah, ikan dencis, kretek filter, kentang, ikan gemubung, rokok putih dan rokok kretek.

Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, katanya, inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dengan IHK 129,12 dan inflasi terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,07 persen dengan IHK 134,05. (nis)

Loading...