Cabai Rawit Meroket, Cabai ‘Bencong’ Dilirik Konsumen

MEDAN|Mahalnya harga cabai rawit di berbagai pasar tradisional Kota Medan membuat para pedagang makanan beralih ke cabai rawit bencong.

“Kita pilih rawit bencong karena harganya lebih murah. Kalau pedasnya sih tak jauh beda dari cabai rawit biasa,” ungkap Man (51) pedagang nasi goreng di kawasan Jalan Pancing, Kelurahan Mabar Hilir Medan, Minggu (8/1/2017).

Loading...

Menurut Boru Pasaribu (35) pedagang cabai di pasar Palapa Pulo Brayan, saat ini banyak pedagang makanan maupun warga memilih cabai rawit bencong karena harga cabai biasa masih dianggap mahal.

Biasanya cabai rawit bencong digandrungi oleh pedagang nasi goreng serta bakso tapi kalau pedagang nasi soto tak dapat mempergunakan rawit bencong dikarenakan warna cabai bisa berubah hitam bila dihaluskan.

Berdasarkan pengamatan M24.CO di pasar Pulo Brayan Kota, pasar tradisional Titi Papan Medan Deli, pasar tradisional Marelan serta pasar tradisional simpang Pompa Belawan, harga cabai rawit bencong masih berkisar Rp 50 ribu per kilogramnya.

Bentuk cabai rawit bencong adalah warna hijaunya lebih cerah, lebih mengkilat dari rawit biasa namun kalau digiling warnanya bisa menjadi hitam.(totok)

Loading...