Dana Nganggur di Perbankan Sumut Capai Rp13,03 T

165

DANA MENANGGURM24.co-MEDAN
Kredit yang sudah disetujui perbankan kini masih banyak mengendap di bank dan sebagian menjadi dana menganggur (Undisbursed loan) posisi Juni 2016 mencapai Rp13,01 triliun, naik dibanding Mei 2016 sebesar Rp12,01 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Difi A Johansyah didampingi Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Budi Trisnanto mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya, Jum’at (5/8).

Data yang dirilis BI mengungkapkan undisbursed loan itu terus meningkat. Posisi Desember 2015 sebesar Rp10,79 triliun dan Juni 2015 Rp12,54 triliun. “Memang kredit yang sudah disetujui itu dananya masih terbenam di bank,” kata Difi.

Ia menilai kondisi ini bagi bank tidak ada masalah, sepanjang kewajiban debitur itu membayar bunga kredit ke bank tetap lancar. Secara umum, pengaruh belum dipakainya dana kredit yang sudah disetujui itu akan mempengaruhi ekonomi, dalam arti geliat usaha belum jalan.

Ekonomi Sumut sendiri disokong oleh tiga faktor yakni pertanian, industi pengolahan dan perdagangan. Jadi belum dipakainya dana kredit itu dapat mempengaruhi kinerja harga komoditas sehingga kurang bagus karena adanya perlambatan aktivitas.

Difi menilai perkembangan ekonomi masyarakat masih terbatas, belum setinggi yang sebenarnya. Jadi ketika kredit sudah disetujui, ternyata perkembangan ekonomi terbatas sehingga masih “wait and see” dulu.

Secara umum, katanya, mungkin ada beberapa proyek tidak terjadi dilaksanakan, ada juga yang masih banyak mengoptimalkan dana internal dulu. Bagi debitur, kondisi ini punya hitung-hitungan sendiri, tergantung situasinya. “Yang jelas kalau dana itu tidak digunakan kurang bagus bagi perekonomian Sumut karena tak ada tambahan untuk menggerakkan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan posisi Juni 2016 aset perbankan Sumut mencapai Rp256,94 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp194,91 triliun dan kredit yang disalurkan Rp180,17 triliun. Kredit yang disalurkan itu, jelas Difi, kebanyakan untuk modal kerja Rp84,65 triliun, investasi Rp51,59 triliun dan konsumsi Rp39,57 triliun. Non Performing Loan (NPL) netto Rp2,58 persen, lebih rendah dibanding Mei 2016 sebesar 2,67 persen. (red)

Loading...