Harga Cabai Alami Penurunan Sangat Signifikan

26
?

MEDAN|Harga komoditas pangan masyarakat akhir-akhir ini masih cukup stabil. Namun ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan sangat signifikan. Yakni cabai rawit dan bawang merah. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Saat ini di tingkat pedagang harga cabe rawit bahkan sempat dijual dikisaran 12 ribu hingga 15 ribu per Kg. Padahal sebelumnya cabe rawit sempat bertahan lama dikisaran 30 ribu per Kg,” katanya.

Dia menjelaskan hal yang sama juga terjadi pada harga bawang merah. Saat ini bawang merah di jual dikisaran 18 ribu hingga 22 ribu per Kg. Harga bawang merah mengalami penurunan dari harga sebelumnya yang sempat stabil dalam rentang 24 ribu hingga 28 ribu per Kg.

“Turunnya harga bawang dan cabai rawit tersebut tidak terlepas dari sisi persediaan yang meningkat. Musim panen cabai rawit terjadi diwilayah SUMUT, sementara panen bawang terjadi di pulau jawa. Hal inilah yang mengakibatkan harga komoditas tersebut turun sangat dalam. Dengan kondisi seperti ini konsumen akan diuntungkan,” paparnya.

Namun berbeda dengan pedagang. Melemahnya harga cabai rawit ini sangat rentang memicu terjadinya masalah penjualan di tingkat pedagang. Dengan konsumsi yang tidak mengalami kenaikan dari konsumen. Praktis dagangan pedagang tidak mengalami kenaikan omset dan tentunya keuntungan yang didapatkan sangat tipis sekali.

“Selain komoditas tersebut, Ada juga sejumlah komoditas lainnya yang mengalami kenaikan. Salah satunya adalah bawang putih. Harga bawang putih naik signifikan menjadi 40 ribuan per Kg saat ini. Sejauh ini bawang putih merupakan komoditas yang banyak didatangkan dengan cara impor. Sehingga memang sangat bergantung dari luar negeri,” terangnya.

Dia menambahkan secara keseluruhan dari pantuan di pasar. Harga kebutuhan pokok masyarakat masih terpantau stabil. Belum mengalami kenaikan harga menjelang Ramadhan nanti. Dan berdasarkan pantauan sejauh ini diperkirakan inflasi akan cukup terkendali selama bulan april.

Loading...