Hati Hati Pertamax Palsu

397

PERTAMAXM24.co-MEDAN
Ada fenomena yang tidak biasa terkait dengan sejumlah pedagang pengecer BBM di pinggir jalan yang banyak menjual BBM berwarna kebiruan. Awalnyapun beberapa masyarakat bertanya-tanya jenis BBM apa yang dijual tersebut. Karena tidak biasanya ada BBM berwarna kebiruan yang dijual pengecer.

Nah terkait temuan masyarakat bahwa BBM yang dijual pedagang tersebut adalah bukan Pertamax. Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan sebaiknya pihak pertamina melakukan sosialisasi kepada pembeli BBM di semua SPBU. Pertamina sebaiknya menghimbau agar masyarakat berhati-hati jika membeli BBM diluar SPBU. Khususnya BBM berwarna kebiruan yang mirip pertamax namun dijual lebih miring harganya.

“Konsumen disisi lain sebaiknya juga bijak dalam membeli pertamax. Jika pertamax dalam ukuran yang sama dijual oleh pengecer lebih murah, tentunya kita bisa berkesimpulan bahwa kita harus mempertanyakan BBM yang dijual tersebut. Artinya semua BBM yang dihasilkan pertamina jika dijual oleh pedagang pengecer maka harganya akan lebih mahal,” katanya Senin (15/8).

Selanjutnya, bagi pedagang pengecer. Tidak ada jalan yang cepat untuk menjadi kaya. Semuanya butuh proses dan usaha. Cara-cara seperti ini sama saja kita berhadapan dengan penegak hukum. Sebaiknya hindari menjual BBM tersebut karena keuntungan yang menggiurkan. Selain berhadapan dengan penegak hukum, pembeli cepat atau lambat juga akan menyadari masalah tersebut.

“Bagi penegak hukum sebaiknya bersinergi dengan pihak pertamina atau lembaga lain yang memberikan perlindungan konsumen. Pertamina sebaiknya mengambil contoh sampel BBM yang dijual, selanjutnya dilakukan kajian. Jika memang benar BBM tersebut adalah BBM palsu seperti yang dikuatrikan masyarakat. Selanjutnya Pertamina melakukan kerjasama dengan penegak hukum untuk meminimalisir peredarannya,” ujarnya.

Semua pihak harus saling mengingatkan. Baik itu ke konsumen maupun produsen yang menjual produk BBM oplosan tersebut. Karena semuanya akan dirugikan. Konsumen tidak mendapatkan keuntungan dari membeli BBM oplosan tersebut. Sementara produsen BBM oplosan rumahan tersebut ujung-ujungnya nanti berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Semua pihak yang terkait termasuk dinas pemerintahan yang terkait seharusnya mampu menyikapi masalah ini lebih cepat. KArena pada dasarnya BBM yang berwarna biru tersbeut beredar dimasyarakat. Masa sih diantara kita tidak ada yang melihatnya. Baik itu dinas terkait, ataupun pihak kepolisian.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Namun saya yakin pemerintah terkait tengah melakukan evaluasi terlebh dahulu terhadap temuan tersebut. Dan yang kita tunggu adalah aksi dilapangannya,” pungkasnya. (red)

Loading...