Ini kata Pemkab Labusel soal beras raskin berbatu

36

Zainul Nst-Labusel| Beberapa hari yang lalu masyarakat Labusel khususnya yang beralamatkan di Dusun Si Mandiangin, Kec. Sungai Kanan mendapati beras raskin yang sepertinya tidak layak konsumsi.

Diketahui, bahwasanya beras raskin yang diberikan pemerintah tersebut bercampur dengan pasiran berbatu, sehingga membuat beberapa masyarakat yang mengkonsumsi tersebut mengalami sakit perut disertai mual-mual.

Adalah Agustani Nasution dan Samsiati Pulungan (48), menjadi korban setelah beras raskin yang didapatinya tersebut telah menyebabkan keduanya mengalami sakit perut akibat mengkonsumsi beras raskin tersebut.

Hingga tersiar berita tersebut, Pemerintahan Kab. Labusel melalui Kabag Perekonomian M Ali Siregar dalam tanggapannya mengatakan, bahwa dirinya menghimbau agar masyarakat yang menerima beras yang tidak layak konsumsi agar segera membungkusnya kembali untuk dipulangkan kembali ke penyalurnya.

“Saya himbau kepada keluarga penerima manfaat Rastra, apabila terdapat beras yang tidak layak komsumsi, untuk tidak mengkonsumsinya lagi. Dan segera membungkusnya kembali untuk ditukarkan kembali ke Bulog,” himbau Ali melalui pesan singkat akun WAnya. Jum’at, (1/12/2017).

Sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat setempat juga sangat menyayangkan permasalahan tersebut, dan mereka juga mengkritisi pengawasan pemerintahan yang mengakibatkan adanya korban dari beras Rastra tersebut.

“Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, saya berharap agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi kedepannya,” jelas tokoh masyarakat setempat.

Loading...