Lelang Cabai dan Bawang tak Pakai Uang Tunai

25

ANDREAS-TAPANULI UTARA| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan perlindungan untuk petani didaerahnya, khususnya petani Cabai dan Bawang, yang masuk dalam pasar lelang Agro Taput. Sistem transaksi lelang Cabai dan Bawang di Taput tidak lagi menggunakan uang tunai tapi non tunai.

Bupati Taput Nikson Nababan mengatakan, upaya ini dilakukannya untuk melindungi petani dari peredaran uang palsu dan tindakan kriminal. Karena sebagaimana diketahui katanya, sejak dilakukannya proses lelang komoditi hasil pertanian Taput seperti Cabai dan Bawang oleh Pemkab Taput, telah banyak pedagang atau toke – toke dari luar daerah Taput yang masuk dan mengikuti pasar lelang Taput.

“Regulasi ini kita terapkan mulai minggu ini. kami akan bekerja sama dengan beberapa Perbankan seperti Bank Sumut dan Bank Rakyat Indonesia (BRI),”ujar Bupati Taput, Nikson Nababan, Senin (27/3/2017) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) saat kunjungan kerja.

Lanjut Nikson. Kegiatan lelang bawang dan cabai ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu yakni Senin hingga Jumat. Kalau hari sening kegiatan lelang dilakukan di Kecamatan Siborong-borong, hari jumat di Kecamatan Tarutung,

“proses lelang ini kami melibatkan pihak perusahaan daerah (Rusda) yang menangani ini sebatas bekerja terkait stabilitas harga. Rusda dalam hal pelelangan, hanya menawar harga diharga produksi, sehingga petani tidak dirugikan tapi akan diuntungkan,” tukasnya.

Pimpinan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI), M. Junaifin, sebelum – sebelumnya memuji kinerja Bupati Taput, Nikson Nababan, dalam mendukung program BI dalam menekan inflasi di Taput. Maka tak salah ungkap Junaifin, Bupati Taput mendapatkan penghargaan dari pusat atas prestasi Bupati Taput dalam memajukan pertanian di Taput.

“Kita sangat apresiasi Bupati Taput. Apa yang kita sampaikan dan lakukan di Taput, seperti pembuatan kluster Cabai misalnya, disambut positif oleh Bupati Taput tersebut,” tukas Junaifin.

Diakui, lelang cabai sungguh program pro petani, harga dapat dikontrol, petani untung dan memangkas fungsi pengijon. Selain itu, inflasi dapat terkontrol karena komoditi Cabai salah satu penyebab inflasi.”tutupnya.

Loading...