Peluang Go Public Makin Terbuka

150
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (BEI)

Metro24.CO|MEDAN
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI),Nicky Hogan pada acara Sosialisasi Pasar modal Sumber Pendanaan Bagi Pengembangan Industri di Daerah yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)di Grand Aston Medan, Selasa (18/10) mengataka, baru ada enam perusahaan di Sumut yang melantai di bursa.

Ke enam perusahaan itu yakni, empat emiten perusahaan seperti PT Atmindo, Bank Mestika, Toba Pulp Lestari dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah serta dua perusahaan yang menawarkan obligasi yakni Bank Sumut dan PT Pelindo I.

Menurutnya ada sejumlah manfaat yang akan diterima perusahaan jika telah go public. Perusahaan akan mendapat perhatian dari media dan para analisis. Promosi gratis akan meningkatkan pamor perusahaan. Produk atau proyek perusahaan, serta layanan atau jasa yang diberikan perusahan akan semakin dikenal. Selain itu Peluang bisnis dan kerja sama akan semakin terbuka.
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II M Noor Rachman berharap, Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia menjadi pionir selain Jakarta dan Surabaya dengan perusahaan yang banyak go public. “Langkah ini kami harapkan bisa diikuti oleh daerah-daerah lain,”sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, kenaikan harga komoditas unggulan Sumut terutama karet dan sawit dipastikan l mendongkrak kinerja perusahaan di sektor ini, yang dalam beberapa tahun belakangan mengalami tekanan.

Hal ini sebut dia, juga membuat ekonomi Sumut selalu tumbuh di atas nasional serta sangat menguntungkan bagi Sumut yang ekonominya lebih ditopang oleh sektor pertanian dan industri. Dua sektor ini, setidaknya masing-masing berkontribusi lebih dari 20% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini.

“dengan pulihnya harga komoditas saat ini, meski belum terlalu signifikan, akan membuat laba perusahaan semakin baik. Kinerja yang baik itu tentu akan semakin baik lagi jika perusahaan mau go public,”ucapnya.

Menurutnya , pasar modal menjadi salah satu alternatif utama bagi perusahaan yang ingin mendapat tambahan modal. Momen kenaikan harga bisa dimanfaatkan perusahaan untuk meraih ke percakapan calon investor di lantai bursa.

Dengan go public, imbuh dia, selain mendapat modal melimpah, perusahaan juga akan semakin dipercaya masyarakat, semakin tertib, transparan serta asas manfaat lebih banyak. “Jika dilihat, saat ini setidaknya ada 27 perusahaan di Sumut yang berpotensi melantai di bursa,”tandasnya. (nis)

Loading...